Tumbuhan,Hewan,Manusia

Rabu, 25 April 2018

ENZIM

BAB I
PENDAHULUAN
  A. Latar Belakang

Proses metabolisme merupakan reaksi enzimatis (melibatkan enzim).Enzim merupakan senyawa kimia yang dihasilkan sel dan berfungsi sebagai biokatalisator (enzim dapat mempercepat reaksi kimia namun tidak ikut bereaksi).Enzim mengatur kecepatan ribuan reaksi kimia yan berlangsung di dalam sel.Reaksi kimia yang dikendalikan oleh enzim antara lain: respirasi,pertumbuhan dan perkembangan,kontraksi otot,fotosintesis,fiksasi nitogen,dan pencernaan.Enzim tersusun atas dua bagian yaitu bagian protein(apoenzim) dan bagian nonprotein gugus prostetik.Gabungan antara apoenzim dan koenzim disebut holoenzim.
    B.Rumusan Masalah
1.      Apa defenisi enzim?
2.      Apa sifat-sifat enzim?
3.      Apa fungsi dan cara kerja enzim?
4.      Apa saja faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim?
5.      Apa saja penggolongan enzim?
6.      Apa saja pembagian koenzim?
  C.    Tujuan
Untuk mengetahui pengertian dari enzim,sifat-sifat enzim,apa saja fungsi dari enzim dan bagaimana cara kerja dari enzim,faktor apa saja  yang mempengaruhi aktivitas dari enzim beserta apa saja penggolongan dari enzim dan apa-apa saja pembagian dari koenzim tersebut

  D.    Manfaat
1.      Agar  mengetahui defenisi  enzim
2.      Agar mengetahui sifat-sifat enzim
3.      Memahami fungsi dan cara keja enzim
4.      Mengetahui faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim
5.      Mengetahui penggolongan enzim
6.      Memahami pembagian dari koenzim




























































































BAB II
        PEMBAHASAN
    A.   Defenisi Enzim
Definisi enzim adalah protein yang menurunkan energi aktivasi (EA) reaksi kimia. Enzim mengurangi energi aktivasi melalui berbagai mekanisme/cara. Sebagai contoh, enzim dapat membawa molekul bersama sama dengan oritentasi yang sesuai untuk bereaksi atau dapat menyediakan lingkungan mikro yang kondusif terhadap reaksi .Enzim dapat juga bertindak sebagai katalis biologis; enzim tersebut mempercepat reaksi tanpa turut mengalami perubahan. dengan tidak adanya enzim dalam suatu reaksi kimia, suatu energi aktivasi tidak dapat diatasi pada suhu sel yang normal. Hal ini akan menyebabkan reaksi kimia berjalan sangat lambat sehingga sel dapat mati sebelum reaksi kimia menghasilkan energi dan molekul yang dibutuhkan. Setiap sel membuat dan menghasilkan banyak jenis enzim yang masing masing mengatalisasi reaksi yang berlainan dan sangat spesifik. Oleh karena itu, enzim memiliki bentuk yang spesifik yang secara khusus mengikat satu set molekul tertentu. Dalam mempelajari tentang enzim, kita perlu mengetahui tentang substrat. Substrat adalah reaktan yang diolah pada reaksi yang dikatalisasi oleh enzim (enzimatik).
 
        Enzim menurunkan energi aktivasi

  B.  Sifat-sifat enzim
Beberapa sifat dari enzim sebagai biokatalisator yaitu:

  •     Enzim memiliki sifat protein karena pada dasarnya enzim adalah protein.Enzim memerlukan kondisi lingkungan yang mendukung untuk bekerja(pH,temperatur,konsentrasi ion).
  •   Enzim bekerja sebagai katalis yaitu mengubah kecepatan reaksi tanpa mengubah hasil produk.
  •  Enzim diperlukan dalam jumlah yang sedikit karena sedikit enzim mampu meningkatkan kecepatan reaksi menjadi cukup tinggi.
  •   Enzim dapat bekerja bolak-balik sehingga ia dapat membentuk dan mengurai senyawa.
  •   Enzim dipengaruhi faktor lingkungan seperti Ph,aktivator,inhibitor dan konsentrasi substrat.
  C.   Fungsi dan cara kerja enzim
Enzim memiliki fungsi mendasar yaitu menurunkan energi aktivasi sehingga reaksi dapat berlangsung dalam suhu atau kondisi normal. Dengan kata lain enzim berfungsi sebagai unsur katalitik atau sebagai katalisator dalam suatu reaksi. Dalam melaksanakan katalisis ada empat langkah yang dibutuhkan enzim yaitu:
langkah dalam katalisis enzim
  1. Substrat berikatan dengan enzim. Substrat atau banyak substrat berikatan pada situs aktif (active site) untuk membentuk kompleks substrat-ezim.
  2. Terinduksi hingga pas (induced fit). Enzim yang berikata ndengan substrat menginduksi perubahan bentuk enzim sehingga substrat lebih pas pada tempat yang lebih sempit di bagian situs aktif (induced fit). Induced fit dapat didefinisikan sebagai perubahan enzim yang reversibel.
  3. Katalisis. Saat terjadinya katalisis dalam reaksi, substrat atau banyak substrat berubah dengan cara yang spesifik, contoh dengan modifikasi kimiawi, pembelahan (cleavage) atau penggabungan substrat yang berlipat ganda. Pada langkah katalisis ini, terdapat dua macam jenis yaitu turnover number atau pergantian jumlah dan bidirectional atau dua arah. Pergantian jumlah yaitu katalisis terjadi sangat cepat sehingga satu molekul enzim dapat mengubah lebih dari 1000 molekul substrat per detik. Sedangkan dua arah yaitu enzim yang sama mengatalisis reaksi tertentu dalam dua arah ke depan atau sebaliknya.
  4. Langkah terakhir:Produk dilepaskan. Terjadinya pelepasan produk reaksi dari situs aktif, dan enzim tetap dalam bentuk aslinya. Enzim selanjutnya dapat meninggalkan situs aktif dan digunakan kembali dengan substrat yang baru.
Enzim bekerja sebagai katalis di dalam tubuh,enzim mempercepat reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi.Energi aktivasi adalah energi yang di butuhkan untuk melakukan suatu reaksi.Kerja enzim bisa dijelaskan melalui dua teori yaitu:
·         Lock and key theory
Menjelaskan bahwa enzim dan substrat bergabung menjadi kompleks seperti kunci yang masuk kedalam gembok.Hanya molekul tertentu saja yang bisa menjadi substrat bagi enzim,digambarkan sebagai gembok dan substrat sebagai kuncinya.

  •   Di dalam enzim terdapat sisi aktif yang terbentuk dari asam amino(apoenzim)
  •   Apoenzim ini akan berikatan dengan substrat  membentuk kompleks,seperti kunci yang masuk kedalam gembok(subtrat sebagai kunci dan enzim sebagai gembok)
  •  Di dalam kompleks substrat  bereaksi dengan energi aktifasi yang rendah(enzim menurunkan energi aktifasi)
  •  Setelah bereaksi,kompleks lepas dan melepaskan produk serta membebaskan enzim
·         Induced fit theory
Menjelaskan bahwa sisi aktif enzim merupakan bentuk yang fleksibel sehingga ia mampu menyesuaikan bentuk dengan berbagai substrat dan membentuk kompleks.

  •   Sisi aktif enzim merupakan bentuk yang fleksibel
  •  Ketika subtrat memasuki sisi aktif enzim,bentuk si aktif termodifikasi melingkupinya membentuk kompleks
  •   Ketika produk sudah terlepas dari kompleks,enzim kembali tidak aktif menjadi bentuk yang lepas,sehingga substrat lin dapat kembali bereaksi dengan enzim tersebut.


   D.  Faktor Yang Mempengaruhi Aktivitas Enzim
Enzim dalam melakukan aktivitas dan fungsi enzim, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya. Secara garis besar terdapat 3 faktor utama yang mempengaruhi aktivitas enzim yaitu substansi nonprotein, kondisi lingkungan optimal dan inhibitor. Berikut penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim.
1. Substansi protein dalam enzim
Dalam banyak reaksi yang menggunakan enzim, diperlukan adanya substansi nonprotein untuk melakukan aktivitas enzim yang seharusnya. Substansi nonprotein ini memulai reaksi melalui ikatan molekul enzim dengan cara yang spesifik. Secara khusus terdapat 5 bagian enzim yaitu (1) koenzim yang merupakan subtansi organik seperti vitamin, koenzim A, heme, dan biotin) (2) kofaktor yaitu substansi anorganik seperti atom logam seng, besi, tembaga. (3) Kelompok prostetik yaitu tempat kofaktor enzim dapat berikatan dengan efektif yang merupakan bagian protein enzim. (4) Holoenzim adalah bagian protein dan nonprotein enzim yang hadir bersamaan. (5) apoenzim merupakan bagian protein enzim.
Struktur nonprotein enzim
2. Kondisi Lingkungan Optimal
Setiap enzim memiliki kondisi lingkungan yang optimal yang akan mengoptimalkan konformasi enzim yang aktif. Hingga saat ini diketahui dua poin yang dibutuhkan dalam kondisi lingkungan optimal yaitu pengaturan suhu dan pengaturan pH.
Suhu memiliki dua pengaruh utama yaitu pengaruh terhadap reaksi serta terjadinya denaturasi. Pengaruh terhadap reaksi yaitu untuk enzim pada umumnya semakin adanya peningkatan pada suhu maka akan terjadi peningkatan kecepatan reaksi, molekul bergerak lebih cepat dikarenakan kenaikan suhu sehingga akan banyak berinteraksi. Penurunan suhu tentunya akan berakibat sebaliknya. Ketika suhu mencapai serta melampaui batas tertentu, maka akan terjadi denaturasi. Definisi denaturasi adalah perubahan permanen yang menginaktivasi enzim. Saat terjadi denaturasi, ikatan kimia terputus dan enzim kehilangan bentuk spesifiknya.
Pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim

pH atau ukuran kadar ion OH atau H pada lingkungan. Apabila pH lingkungan terlalu asam atau basa dapat menyebabkan denaturasi enzim. Umumnya, pH optimun enzim adalah dalam pH netral (pH 7). Hal menarik dari enzim pencernaan adalah bekerja optimum pada pH 2.
Grafik pengaruh pH terhadap aktivitas enzim

3. Inhibitor
Pengertian inhibitor adalah molekul yang berikatan secara selektif pada enzim dan menghambat aktivitas enzim. Enzim dapat berikatan dengan inhibitor secara reversibel ataupun ireversibel. Ada dua macam inhibitor yaitu inhibitor kompetitif dan inhibitor nonkompetitif.
Inhibitor kompetitif memiliki bentuk seperti substrat normal dan bersaing dengan substrat normal tersebut untuk berikatan dengan situs aktif enzim. Oleh karena itu, pengikatan inhibitor memblokade situs aktif terhadap substrat. Apabila inhibitor bersifat reversibel dapat diatasi dengan menambahkan konsentrasi substrat.
Inhibitor kompetitif mengikat bagian enzim yang lain selain situs aktif (active site). Pengikatan inhibitor ini dapat mengubah bentuk situs aktif enzim sehingga tidak dapat mengikat substrat.
Inhibitor kompetitif pada enzim
Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim yaitu:
1.      Temperatur
·         Sangat berpengaruh karena enzim disusun oleh protein
·         Sampai batas tertentu makin tinggi suhu,reaksi kimia semakin cepat tapi jika suhu terlalu tinggi enzim akan mengalami denaturasi/perubahan susunan molekul.
·         Temperatur optimum 30-40°C
·         Pada suhu 0°C enzim tidak aktif dan jika dikembalikan kekeadaan normal,enzim akan aktif kembali
2.      pH
Perubahan pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif enzim(denaturasi),sehingga menghalangi sisi aktif berkombinasi dengan substrat .Setiap enzim memilki pH optimum,misalnya pepsin dilambung memilki pH optimum sekitar 2,sedang amilase pH optimumnya 7,5.
3.      Konsentrasi enzim
Semakin tinggi konsentrasi enzim semakin cepat reaksi berlangsung
4.      Pengaruh hasil akhir
Kecepatan reaksi kimia yang disokong oleh enzim pada permulaannya cepat,makin lama makin melemah yang disebabkan oleh menimbunnya hasil reaksi kimia yang berlangsung.
5.      Pengaruh zat penggiat(aktivator)
Dapat menambah kegiatan suatu enzim ,misalnya ion obalt,mangan,magnesium dan klor,karena zat ini dapat  mempermudah terjadi ikatan antara enzim dengan substratnya.
6.      Pengaruh zat penghambat
Dapat menghambat kegiatan enzim,terbagi 2 yaitu:
a.       Inhibitor kompetitif,substrat masih dapat berikatan dengan kompleks enzim-inhibitor
b.      Inhibitor non kompetitif,substrat tidak dapat berikatan dengan kompleks enzim inhibitor,misalnya ion sianida.
7.      Konsentrasi substrat
Bila faktor pH,suhu,kadar enzim tetap dan konsentrasi substratnya ditingkatkan sampai batas tertentu,maka hasil reaksi kimia juga akan meningkat.Namun pada saat sisi aktif semua enzim bekerja,penambahan substrat tidak dapat meningkatkan  kecepatan reaksi lebih lanjut.
8.      Kadar air
Kadar air akan mengaktifkan kerja enzim dan rendahnya kadar air dapat menyebabkan enzim tidak aktif,misalnya pada biji yang kering.

E.Penggolongan Enzim 
Enzim digolongkan menurut reaksi yang diikutinya,sedangkan masing –masing enzim diberi nama menurut nama substratnya,misalnya urease,arginase Disamping itu ada pula beberapa enzim yang dikenal dengan nama lama misalnya pepsin,tripsin dan lain-lain.Oleh Commision on Enzymes of the International Union of Biochemistry,enzim dibagi dalam  golongan besar yaitu:
  •   Golongan I.Oksidoreduktase
Enzim-enzim yang termasuk kedalam golongan ini dapat dibagi menjadi dua yaitu:Dehidrogenase bekerja pada reaksi-reaksi dehidrogenase yaitu reaksi pengambilan  atom hidrogen dari suatu senyawa(donor).Hidrogen yang  dilepas diterima oleh senyawa lain(akseptor) reaksi pembentukan aldehida  dari alkohol adalah contoh reaksi dehidrogenase enzim yang bekerja pada reaksi ini adalah alkohol,alkohol adalah donor hidrogen,sedankan senyawa yang menerimahidrogen adalah suatu koenzim nikotinadenindinukleotida.Glutamat dehidrogenase adalah contoh dehidrogenase yang bekerja terhadap asam glutamat sebagai substrat,enzim ini banyak terdapat pada mitokondria dalam semua sel jaringan.Dalam reaksi ini asam glutamat diubah menjadi asam  ketoglutarat.


  •   Golongan II.Transferase
Enzim yang termasuk golongan ini bekerja sebagai katalis pada reaksi pemindahan suatu gugus dari suatu senyawa kepada senyawa lain.Beberapa enzim yang termasuk kedalam golongan ini,ialah metiltransferase,hidroksimeiltransferase,karboksiltranferase,asiltransferase dan amino transferase atau disebut juga transaminase.Enzim metiltranferase bekerja pada reaksi pembentukan kreatin dari asam guanidino asetat.Pembentukan glisin dari serin merupakan reaksi pemindahan gugus hidroksi metil.Gugus ini dilepaskan  dari molekul serin dengan dibantu oleh enzim hidroksimetil transferase.
Enzim transaminase bekerja pada reaksi transaminasi  yaitu suatu reaksi  pemindahan gugus amino dari suatu asam amino kepada senyawa lain.

  •   Golongan III.Hidrolase
Bekerja sebagai katalis  pada reaksi hidrolisis.Ada tiga jenis reaksi hidrolase yaitu yang memecah ikatan ester,memecah glikosida dan yang  memecah ikatan peptida.Beberapa enzim sebagai contoh ialah esterase,lipase,fosfatase,amilase,amino peptidase,karboksi peptidase,pepsin,tripsin,kimotripsin.Enzim ini mengkatalisis reaksi-reaksi hidrolisis, dengan contoh enzim adalah:
1)        Karboksilesterase adalah hidrolase yang menghidrolisis gugusan ester karboksil.
2)        Lipase adalah hidrolase yang menghidrolisis lemak (ester lipida).     
3)        Peptidase adalah hidrolase yang menghidrolisis protein dan polipeptida.

  •   Golongan IV Liase
Enzim ini berfungsi untuk mengkatalisis pengambilan atau penambahan gugusan dari suatu molekul tanpa melalui proses hidrolisis, sebagai contoh adalah:
1) L malat hidroliase (fumarase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengambilan air dari malat sehingga dihasilkan fumarat.
2) Dekarboksiliase (dekarboksilase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengambilan gugus karboksil.

  •   Golongan VIsomerase
Isomerase meliputi enzim-enzim yang mengkatalisis reaksi isomerisasi, yaitu:
1)        Rasemase
mengubah l-alanin <–> D-alanin
2)        Epimerase
merubah D-ribulosa-5-fosfat <–> D-xylulosa-5-fosfat
3)        Cis-trans isomerase
merubah transmetinal <–> cisrentolal
4)        Intramolekul ketol isomerase,
merubah D-gliseraldehid-3-fosfat <–> dihidroksi aseton fosfat
5)        Intramolekul transferase atau mutase
merubah metilmalonil-CoA <–>  suksinil-CoA

  •   Golongan VILigase
Enzim ini mengkatalisis reaksi penggabungan 2 molekul dengan dibebaskannya molekul pirofosfat dari nukleosida trifosfat, sebagai contoh adalah enzim asetat=CoASH ligase yang mengkatalisis rekasi sebagai berikut:
Asetat + CoA-SH + ATP <–> Asetil CoA + AMP + P-P

Enzim lain dengan tatanama berbeda
Ada beberapa enzim yang penamaannya tidak menurut cara di atas, misalnya enzim pepsin, triosin, dan sebagainya serta enzim yang termasuk enzim permease. Permease adalah enzim yang berperan dalam menentukan sifat selektif permiabel dari membran sel.
Penggolongan enzim berdasarkan proses kerjanya
1.      Hidrolase
Hidrolase merupakan enzim-enzim yang menguraikan suatu zat dengan pertolongan air. Hidrolase dibagi atas kelompok kecil berdasarkan substratnya yaitu :
a. Karbohidrase,
enzim-enzim yang menguraikan golongan karbohidrat.Kelompok ini masih dipecah lagi menurut karbohidrat yang diuraikannya, misal :
Amilase, yaitu enzim yang menguraikan amilum (suatu polisakarida) menjadi maltosa 9 suatu disakarida).
2 (C6H10O5)n + n H2O n C12H22O11
·         Maltase, yaitu enzim yang menguraikan maltosa menjadi glukosa
C12H22O11 + H20 2 C6H12O6
·       Sukrase, yaitu enzim yang mengubah sukrosa (gula tebu) menjadi glukosa dan fruktosa.
·         Laktase, yaitu enzim yang mengubah laktase menjadi glukosa dan galaktosa.
·         Selulase, emzim yang menguraikan selulosa ( suatu polisakarida) menjadi selobiosa ( suatu disakarida)
·         Pektinase, yaitu enzim yang menguraikan pektin menjadi asam-pektin

b. Esterase
Enzim-Enzim yang memecah golongan ester.
Contoh-contohnya :
·         Lipase, yaitu enzim yang menguraikan lemak menjadi gliserol dan asam lemak.
·         Fosfatase, yaitu enzim yang menguraikan suatu ester hingga terlepas asam fosfat.

c. Proteinase atau Protease
Enzim-Enzim yang menguraikan golongan protein.
Contoh-contohnya:
·         Peptidase, yaitu enzim yang menguraikan peptida menjadi asam amino.
·         Gelatinase, yaitu enzim yang menguraikan gelatin.
·         Renin, yaitu enzim yang menguraikan kasein dari susu. 
2.      Oksidase dan reduktase
enzime yang menolong dalam proses oksidasi dan reduksi.
Enzim Oksidase dibagi lagi menjadi;
·         Dehidrogenase : enzim ini memegang peranan penting dalam mengubah zat-zat organik menjadi hasil-hasil oksidasi.
·         Katalase : enzim yang menguraikan hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen.

3.      Desmolase
Enzim-Enzim yang memutuskan ikatan-ikatan C-C, C-N dan beberapa ikatan lainnya.Enzim Desmolase dibagi lagi menjadi :
·         Karboksilase : yaitu enzim yang mengubah asam piruyat menjadi asetaldehida.
·         Transaminase : yaitu enzim yang memindahkan gugusan amine dari suatu asam amino ke suatu asam organik sehingga yang terakhir ini berubah menjadi suatu asam amino.
F.    KOENZIM
Koenzim adalah suatu molekul organik yang merupakan kobaktor non protein dari enzim, yang dibutuhkan untuk fungsi katalitiknya. Kobaktor enzim walaupun jumlahnya kecil dalam sel tetapi sangat esensial bagi kerja beberapa enzim, dan oleh karena itu memegang peranan.
Model pengisian ruang koenzim NADH
Koenzim adalah kofaktor berupa molekul organik kecil yang mentranspor gugus kimia atau elektron dari satu enzim ke enzim lainnya. Contoh koenzim mencakup NADH, NADPH dan adenosina trifosfat. Gugus kimiawi yang dibawa mencakup ion hidrida (H) yang dibawa oleh NAD atau NADP+, gugus asetil yang dibawa oleh koenzim A, formil, metenil, ataupun gugus metil yang dibawa oleh asam folat, dan gugus metil yang dibawa oleh S-adenosilmetionina. Beberapa koenzim seperti riboflavin, tiamina, dan asam folat adalah vitamin.
Oleh karena koenzim secara kimiawi berubah oleh aksi enzim, adalah dapat dikatakan koenzim merupakan substrat yang khusus, ataupun substrat sekunder. Sebagai contoh, sekitar 700 enzim diketahui menggunakan koenzim NADH. Regenerasi serta pemeliharaan konsentrasi koenzim terjadi dalam sel. Contohnya, NADPH diregenerasi melalui lintasan pentosa fosfat, dan S-adenosilmetionina melalui metionina adenosiltransferase.   Koenzim dan hubungannya dengan beberapa vitamin :
1.      Koenzim: molekul organic kecil, tahan terhadap panas yang mudah terdisosiasi dan dapat dipisahkan dari enzimnya dengan cara dialysis. Contoh: NAD, NADP, ATP.
2.            Vitamin: golongan senyawa kimia yang terdapat dalam jumlah kecil makanan tetapi mempunyai arti penting, sebab jika kekurangan vitamin maka akan menimbulkan penyakit seperti beri-beri, skorbut, rabun senja, dan lain-lain.
3.            Hubungan keduanya adalah beberapa koenzim mempunyai struktur yang mirip dengan vitamin tertentu. Pada koenzim tertentu molekul vitamin menjadi bagian dari molekul tersebut. contohnya ada 9, salah satumya Niasin. Niasin adalah nama vitamin yang beberapa molekul nikotinamida/asam nikotinat. Niasin terdapat dalam jaringan hewan maupun tumbuhan. Daging adalah bahan makanan yang mengandung banyak niasin. Molekul nikotinamida terdapat sebagai bagian dari molekul NAD+ atau NADP+ yang merupakan koenzim. Penting dalam metabolisme sel.





BAB III
PENUTUP
 
   A. Kesimpulan
Enzim adalah biokatalisator organik yang dihasilkan organisme hidup didalam protoplasma,yang terdiri atas protein atau suatu senyawa yang berikatan dengan protein.Enzim tersusun atas dua bagian apabila enzim dipisahkan satu sama lainya menyebakan enzim tidak aktif.Namun keduannya dapat digabungkan menjadi satu,yang disebut holoenzim.Kedua bagian enzim tersebut yaitu apoenzim dan koenzim,enzim disintesis dalam bentuk calon enzim yang tidak aktif,kemudian di aktifkan dalam lingkungan pada kondisi yang tepat.Misalnya,tripsinogen yang disintesis dalam pankreas,diaktifkan dengan memecah salah satu peptidanya untuk membentuk enzim tpripsin yang aktif.Bentuk enzim yang tidak aktif ini disebut zimogen.

  B. Saran
Dari materi enzim dan koenzim ini semoga dapat bermanfaat bagi pembaca


DAFTAR PUSTAKA
Armstrong,F.B.,1989,Biochemistry (edisi ke-3),New York:Oxford University press.

Sudjadi,Bagod.2005.Biologi Sains dalam Kehidupan 3A.Jakarta:Yudhistira

Poedjiadi,Anna.1994.Dasar-Dasar Biokimia.Jakarta: Universitas Indonesia Press.











































16 komentar:

BUDAYA ALAM MINANGKABAU Rabu , 9 juni 2021 Unit 11 Jujur dan Bertanggungjawab Orang yang jujur adalah...