Tumbuhan,Hewan,Manusia

Jumat, 08 Desember 2017

strabel

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Proses pembelajaran merupakan suatu sistem yang mana untuk pencapaian standar proses untuk meningkatkan kualitas pendidikan dapat dimulai dengan merencanakan program pengajaran lebih baik, terperinci dan terencana. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan perangkat pemelajaran. Perangkat pembelajaran merupakan salah satu alat penunjang keberhasilan pembelajaran di kelas yang berisi mengenai infornasi proses pembelajaran di kelas.
 Perangkat pembelajaran terdiri dari silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, media dan sumber belajar. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai pengembangan silabus untuk pembelajaran yang lebih baik. dalam materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran,dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian hasil belajar. Dengan demikian pengembangan silabus ini minimal harus mampu menjawab apakah yang harus dimiliki oleh peserta didik,bagaimana cara membentuk kompetensi tersebut, dan bagaimana cara mengetahui bahwa peserta didik telah memiliki kompetensi itu.Silabus akan sangat bermanfaat sebagai pedoman bagi pengajar karena berisi petunjuk secara keseluruhan mengenai tujuan dan ruang lingkup materi yang harus dipelajari oleh peserta didik. Selain itu, juga menerangkan tentang kegiatan belajar mengajar, media, dan evaluasi yang harus digunakan dalam proses pembelajaran kepada peserta didik. Dengan berpedoman pada silabus diharapkan pengajar akan dapat mengajar lebih baik, tanpa khawatir akan keluar dari tujuan, ruang lingkup materi, strategi belajar mengajar, atau keluar dari sistem evaluasi yang seharusnya.




B.     Rumusan  Masalah
1.      Apa pengertian bahan ajar ?
2.      Apa tujuan dan manfaat penyusunan bahan ajar ?
3.      Bagaimana prinsip pengembangan bahan ajar ?
4.      Apa saja jenis-jenis bahan ajar ?
5.      Apa komponen bahan ajar ?
6.      Apa saja komponen silabus ?
7.      Bagaimana langkah-langkah penyusunan silabus ?

C.    Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:
1.      Mengetahui pengertian bahan ajar
2.      Dapat memahami tujuan dan manfaat penyusunan bahan ajar
3.      Memahami prinsip pengembangan bahan ajar
4.      Mengetahui jenis-jenis bahan ajar
5.      Mengetahui komponen bahan ajar
6.      Mengetahui komponen silabus
7.      Dapat memahami langkah-langkah penyusunan silabus











BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Bahan Ajar
Ada beberapa pengertian bahan ajar seperti yang disebutkan dalam National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training dalam Abdul Majid (2007:174) adalah sebagai berikut :
1. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan oleh
guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di
kelas. Bahan yang dimaksud bias berupa bahan tertulis atau bahan
tidak tertulis.
2. Bahan ajar merupakan informasi , alat dan/atau teks yang diperlukan
oleh guru untuk perencanaan dan penelaahan implementasi
pembelajaran.
3. Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis
baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang
memungkinkan siswa untuk belajar.
Berdasarkan kutipan di atas dapat dipahami bahwa bahan ajar merupakan seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.Sedangkan Dikmenjur dalam websitenya http://www.dikmenum.go.id “Bahan ajar merupakan seperangkat materi/substansi pembelajaran (teaching material) yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran”. Kemudian, Wright (1987).Agus Trianto (2005:9) menambahkan bahwa bahan ajar dapat membantu ketercapaian tujuan silabus, dan membantu peran guru dan siswa dalam proses belajar-mengajar.


B.     Tujuan dan Manfaat Penyusunan Bahan Ajar
Menurut Depdiknas (2008:10) tujuan penyusunan bahan ajar, yakni:
·         Menyediakan bahan ajar yang seseuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa, sekolah, dan daerah
·         membantu siswa dalam memperoleh alternatif bahan ajar
·         memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran.

Penulisan bahan ajar bermanfaat untuk:

·         membantu guru dalam proses
pembelajaran
·         memudahkan penyajian materi di kelas
·          membimbing siswa belajar dalam waktu yang lebih banyak
·         siswa tidak tergantung kepada guru sebagai satu-satunya sumber informasi
·          dapat menumbuhkan motivasi siswa untuk mengembangkan diri dalam mencerna dan memahami pelaja Bila guru mengembangkan bahan ajar sendiri,maka memperoleh mamfaat yaitu:
·         diperoleh bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa, sekolah dan daerah
·         tidak perlu tergantung pada buku teks
·          bahan ajar menjadi lebih kaya karena dikembangkan dengan berbagai referensi menambah khasanah guru dalam menulis
·         Membangun komunikasi pembelajaran efektif antara guru dan siswa
Pengembangan bahan ajar dapat mengatasi ketersediaan bahan ajar sesuai dengan kebutuhan siswa, tuntutan kurikulum, kateristik sasaran, dan tuntutan pemecahan masalah belajar. Pengembangan bahan ajar harus sesuai dengan tuntutan kurikulum artinya bahan ajar yang dikembangkan harus sesuai dengan kebutuhan yang mengacu pada standar isi dan standar kompentensi lulusan. Kemudian kateristik sasaran disesuaikan dengan lingkungan, kemampuan, minat, dan latar belakang siswa.

C.    Prinsip Pengembangan Bahan Ajar

Beberapa elemen penting yang perlu anda perhatikan dalam pengembangan bahan belajar khususnya bahan belajar cetak antara lain :
·         Konsistensi, konsisten dalam penggunaan huruf dan spasi.
·         Format, isi yang berbeda supaya dipisahkan dan dilabel secara visual. c. Taktik dan strategi pembelajaran,
·         Organisasi, menyusun teks sedemikian rupa sehingga informasi mudah dipahami.
Dalam mengembangkan bahan belajar, prinsip pengembangannya. antara lain:
·         . Dapat mencapai tujuan
·         Sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta maupun lembaga
·         Memberikan kemudahan kepada peserta dalam memahami isi/uraian materi
·         Kebenaran isi/konsep, bahan belajar yang dikembangkan harus sesuai dengan konsep materi.
·         Ketuntasan/keutuhan dalam belajar, bahan belajar yang dikembangkan haruslah utuh untuk mencapai kompetensi yang dipersyaratkan.
·         Kesederhanaan dalam penyajian. Sajian materi dalam bahan belajar hendaknya dikemas dengan bahasan yang sederhana dan tidak komplek sehingga materi mudah dipahami.
·         Keseimbangan dalam halaman. Cakupan kompetensi yang banyak hendaknya dibahas dalam banyak halaman.
·         Ketegasan dalam penyajian pesan. Pesan yang disampaikan harus jelas dan tidak menimbulkan penafsiran ganda.
·         Keindahan tampilan. Agar pembaca tidak bosan membaca, tampilan bahan belajar dikemas semenarik mungkin.
·         Komunikatif dalam penyampaian pesan. Bahasa yang digunakan dalam mengulas suatu pesan menggunakan bahasa yang komunikatif, seolah-olah pembaca ikut berinteraksi dalam keseluruhan materi yang dikemas dalam bahan belajar.
·         Memuat unsur hiburan bagi pembacanya. Prinsip unsur hiburan bertujuan untuk meningkatkan minat dan motivasi pembaca untuk terus belajar.
Prosedur Pengembangannya tidak terlepas dari ADDIE, yaitu Analyze, Design, Develop, Implementation, dan Evaluation. Dalam mengembangkan bahan belajar pertama kali yang perlu anda lakukan yaitu dengan menganalisis kebutuhan dan karakteristik sasaran atau audien. Sasaran anak sekolah dengan peserta diklat tentunya berbeda baik dari taraf berpikir maupun gaya belajarnya. Hal ini tentu berimplikasi dalam pengembangan bahan belajar.
Setelah menganalisis karakteristik dan kebutuhan sasaran, perlu mendesain bahan belajar sesuai dengan karakteristik sasaran. Proses desain bahan belajar yaitu berdasarkan analisis kebutuhan diturunkan ke dalam tujuan pembelajaran yang dimaksud. Berdasarkan tujuan, anda tentukan materi dan cakupannya untuk mencapai tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, selanjutnya anda pilih jenis me- dia/bahan belajar yang tepat.
Untuk mengetahui apakah bahan belajar yang telah dikembangkan tersebut sesuai dan efektif terhadap sasaran ,yang perlu di lakukan adalah mengevaluasi bahan belajar tersebut. Hasil evaluasi dapat dijadikan sebagai bahan perbaikan untuk penyempurnaan bahan belajar. Tahapan pengembangan instruksional termasuk didalamnya pengembangan bahan instruksional, menurut Regeiluth seperti dikutip oleh Atwi Suparman (1997) terdiri dari:
·      Desain
 bagi seorang pengembang instruksional berfungsi sebagai cetak Produksi, penggunaan desain untuk membuat program instruksional
·             Validasi
penentuan kualitas atau validitas dari produk akhir. Pada hakikatnya pengembangan bahan belajar adalah satu bentuk pengembangan instuksional yang secara konsisten harus mengikuti tahapan proses pengembangan
: yaitu analize, design, develop , implement, evaluate dan revise. Ada 4 tingkatan pengembangan instruksional: tingkatan sistem (system level), tingkatan kelas (class- room level), tingkatan produk (product level) dan tingkatan organisasi (organization level). Pengembangan bahan ajar adalah pengembangan isntruksional pada level produk. Output nya adalah bahan belajar baik cetak maupun non cetak. Sementara output level sistem adalah suatu sistem pembelajaran, level kelas adalah satuan acara perkuliahan (SAP) atau Rencana Pembelajaran, dan level organisasi adalah organisasi sistem pembelajartan yang lebih baik, (Arief S Sadiman, 1985).

D.    Jenis-jenis Bahan Ajar
Bahan belajar dapat dikategorikan sebagai bahan cetak dan bahan non cetak. bahan cetak contohnya modul, buku teks, lembar kerja siswa, petunjuk belajar, handout, brosur, dan leaflet.
Modul merupakan bahan belajar yang dirancang untuk pembelajaran mandiri. Contoh modul: modul mata kuliah, modul mata pelatihan, modul mata pelajaran, dan modul satuan pelajaran. Modul mata kuliah merupakan modul yang dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dituangkan dalam satu semester. Modul mata pelatihan dikembangkan untuk memenuhi tujuan pelatihan yang dituangkan dalam waktu hitungan jam pelatihan. Modul mata pelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi dalam suatu mata pelajaran pada hitungan satu atau dua semester untuk satu jenjang kelas. Sedangkan modul satuan pelajaran merupakan bagian dari modul mata pelajaran. Di samping modul ada buku teks. Buku teks merupakan buku yang dikembangkan untuk tujuan pembelajaran tertentu dan digunakan sebagai pelengkap bagi guru, dan peserta didik. Buku teks terkadang dilengkapi dengan LKS, yaitu lembar kerja siswa yang berisi rancangan tugas yang harus dikerjakan siswa dalam jam terstruktur sebagai pengayaan dan pencapaian kompetensi yang sesungguhnya. Bahan belajar non cetak contohnya program audio pembelajaran, video pembelajaran, multimedia interaktif, dan bahan belajar online lainnya yang dapat diperoleh melalui internet.

E.     komponen bahan ajar
Dick dan Carey (1990) menjelaskan pedoman pengembangan  buku ajar adalah terpenuhinya komponen-komponen bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan proses belajar-mengajar seperti adanya :
·         Petunjuk  penggunaan buku ajar
·         Tujuan umum dan khusus pembelajar
·         Epitome (kerangka isi )
·         Uraian isi bahan pembelajaran
·         Gambar/ilustrasi
·         Rangkuman
·         Soal latihan ,kunci jawaban,balikan
·         Tugas-tugas
Komponen buku ajar tersebut di harapkan dapat memotivasi dan memudahkan siswa  dalam mempelajari dan membahas isi pembelajaran untuk itu komponen-komponen buku ajar diharapkan :
·         Petunjuk harus mampu menyajikan langkah-langkah atau cara yang mudah untuk memahami dan mengikuti setiap proses belajar sesuai dengan materi yang disajikan
·         Setiap materi yang disajikan terlebih dahulu dijelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai  baik tujuan umum maupun tujuan pembelajaran khusus hal ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat pencapaian/penguasaan mahasiswa terhadap materi yang dipelajarinya
·         Untuk menunjang penyajian materi perlu di sajikan epitome kerangka isi dalam bentuk diagram agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami bagian yang mencakup pokok pembahasan dan sekaligus dapat melihat hubungan masing-masing bagian dalam pokok pembahasan tersebut
·         Penyajian materi dari pokok pembahasan  sampai ke ssub pokok pembahasan di uraikan pada sub bagian ini secara jelas dan dibantu dengan gambar/ilustrasi dan contoh-contoh gambar digunakan untuk mendukung materi pada setiap pokok pembahasan yang ada
·         Pemberian rangkuman diperlukan untuk membantu mahasiswa dalam mengingat dan menetapkan proses materi yang disajikan pada setiap pokok bahasan
·         Pemberian soal latihan,kunci jawaban,dan balikan serta tingkat penguasaan mahasiswa merupakan tingkat evaluasi yang dimaksud dengan untuk mengetahui taraf pencapaian tujuan pembelajaran
·         Pemberian tugas disajikan pada setiap akhir materi pembelajaran dengan maksud untuk melatih tingkat berfikir maupun keterampilan mahasiswa dalam memahami materi pelajaran yang disajikan


F.     Komponen Silabus
Silabus merupakan salah satu bentuk penjabaran kurikulum. Produk pengembangan kurikulum ini memuat pokok-pokok pikiran yang memberikan rambu-rambu dalam menjawab tiga pertanyaan mendasar dalam pembelajaran, yakni kompetensi yang hendak dikuasai oleh peserta didik, fasilitas yang digunakan peserta didik untuk menguasai kompetensi, dan untuk mengetahui tingkat pencapaian kompetensi oleh peserta didik. Dari ketiga pertanyaan mendasar tadi, bahwa silabus memuat pokok-pokok kompetensi dan materi, pokok-pokok strategi pembelajaran dan pokok-pokok penilaian.
Pertanyaan mengenai kompetensi yang hendak dicapai atau dikuasai oleh peserta didik dapat terjawab dengan menampilkan secara sistematis mulai dari SK, KD, dan indikator pencapaian kompetensi serta hasil identifikasi materi pembelajaran yang digunakan. Pertanyaan mengenai bagaimana memfasilitasi peserta didik agar mencapai kompetensi dijabarkan dengan mengungkapkan strategi, pendekatan dan metode yang akan dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran. Pertanyaan mengenai bagaimana mengetahui ketercapaian kompetensi dapat dijawab dengan menjabarkan teknik dan instrumen penilaian. Di samping itu, diperlukan identifikasi ketersediaan sumber belajar sebagai pendukung pencapaian kompetensi.
Berikut ini merupakan komponen pokok dari silabus yang sering digunakan:
1.         Komponen yang berkaitan dengan kompetensi yang hendak dikuasai, meliputi:
·         Standar Kompetensi (SK)
·         Kompetensi Dasar (KD)
·         Indikator
·         Materi Pembelajaran
2.         Komponen yang berkaitan dengan cara menguasai kompetensi,memuat pokok-pokok kegiatan dalam pembelajaran.

3.         Komponen yang berkaitan dengan cara mengetahui pencapaian kompetensi, mencakup:
·         Teknik Penilaian
§  Jenis Penilaian
§  Bentuk Penilaian
·         Instrumen Penilaian
4.         Komponen pendukung, terdiri dari:
·         Alokasi Waktu
·         Sumber Belajar


G.    Langkah-langkah Penyusunan Silabus

a.KTSP
1.        Mengisi Identitas
Identitas terdiri dari nama sekolah, kelas/semester, mata pelajaran, dan standar kompetensi. Identitas silabus ditulis di atas matriks silabus.
2.        Menuliskan Standar Kompetensi
Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada mata pelajaran tertentu. Standar Kompetensi diambil dari Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar) Mata Pelajaran.
Sebelum menuliskan Standar Kompetensi, penyusun terlebih dahulu mengkaji Standar Isi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut:
·         Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau SK dan KD;
·         Keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran;
·         Keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran.
                                                                                                      
3.        Menuliskan Kompetensi Dasar            
Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang harus dimiliki peserta didik dalam rangka menguasai SK mata pelajaran tertentu. Kompetensi dasar dipilih dari yang tercantum dalam Standar Isi.
Sebelum menentukan atau memilih Kompetensi Dasar, penyusun terlebih dahulu mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
·         Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan Kompetensi Dasar;
·         Keterkaitan antarstandar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran ;
·         Keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran.
4.        Mengidentifikasi Materi Pembelajaran
Dalam mengidentifikasi materi pokok harus dipertimbangkan:
·         Relevansi materi pokok dengan SK dan KD
·         Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik
·         Kebermanfaatan bagi peserta didik
·         Struktur keilmuan
·         Kedalaman dan keluasan materi
·         Relevansi dengan kebutuhan peseta didik dan tuntutan lingkungan
·         Alokasi waktu
5.        Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan pembelajaran memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.
Kriteria mengembangkan kegiatan pembelajaran sebagai berikut:
·         Kegiatan pembelajaran disusun bertujuan untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar mereka dapat bekerja dan melaksanakan proses pembelajaran secara profesional sesuai dengan tuntutan kurikulum.
·         Kegiatan pembelajaran disusun berdasarkan atas satu tuntutan kompetensi dasar secara utuh.
·         Pengalaman belajar memuat rangkaian kegiatan yan harus dilakukan oleh siswa secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
·         Kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa (student centered). Guru harus selalu berpikir kegiatan apa yang bisa dilakukan agar siswa memiliki kompetensi yang telah ditetapkan.
·         Materi kegiatan pembelajaran dapat berupa pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
·         Perumusan kegiatan pembelajaran harus jelas memuat materi yang harus dikuasai untuk mencapai Kompetensi Dasar.
·         Penentuan urutan langkah pembelajaran sangat penting artinya bagi KD-KD yang memerlukan prasyarat tertentu.
·         Pembelajaran bersifat spiral (terjadi pengulangan-pengulangan pembelajaran materi tertentu).
·         Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan kegiatan pembelajaran siswa, yaitu kegiatan dan objek belajar.
·         Pemilihan kegiatan siswa mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
·         Memberikan peluang bagi siswa untuk mencari, mengolah, dan menemukan sendiri pengetahuan, di bawah bimbingan guru;
·         Mencerminkan ciri khas dalam pegembangan kemapuan mata pelajaran;
·         Disesuaikan dengan kemampuan siswa, sumber belajar dan sarana yang tersedia
·         Bervariasi dengan mengombinasikan kegiatan individu/perorangan, berpasangan, kelompok, dan klasikal.
·         Memperhatikan pelayanan terhadap perbedaan individual siswa seperti: bakat, minat, kemampuan, latar belakang keluarga, sosial-ekomomi, dan budaya, serta masalah khusus yang dihadapi siswa yang bersangkutan.
6.        Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator merupakan penjabaran dari kompetensi dasar dan merupakan sub-kompetensi dasar. Indikator dirumuskan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur atau dapat diobservasi, sebagai acuan penilaian. Dengan demikian indikator pencapaian kompetensi mengarah pada indikator penilaian.
7.        Penilaian
Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator Di dalam kegiatan penilaian ini terdapat tiga komponen penting, yang meliputi: (a) teknik penilaian, (b) bentuk instrumen, dan (c) contoh instrumen.
Contoh Format Silabus
Silabus
Sekolah :
……………………………………………………………
 Mata pelajaran :
……………………………………………………………
 Kelas/Semester :
……………………………………………………………
 Alokasi waktu :
……………………………………………………………
Standar kompetensi :


Kompetensi Dasar
Materi Pokok / Pembelajaran
Kegiatan
Pembelajaran
Indikator
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber/Rujukan
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)






b. Kurikulum 2013
kurikulum 2013 merupakan rencana pembelajaran pada suatu mata pelajaran
yang mencakup :
·         Kompetensi Inti
·         Kompetensi Dasar
·         Materi pembelajaran,
·          kegiatan pembelajaran
·         Penilaian
·         alokasi waktu
·          dan sumber belajar. (Permen No 59 tahun 2014 ttg K13)




BAB III
PENUTUP
A.            Kesimpulan

Perangkat pembelajaran merupakan salah satu alat penunjang keberhasilan pembelajaran di kelas yang berisi mengenai infornasi proses pembelajaran di kelas. Perangkat pembelajaran terdiri dari silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, media dan sumber belajar. Jenis-jenis bahan belajar dapat dikategorikan sebagai berikut:
·         Bahan belajar cetak, contohnya hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet.
·         Bahan belajar non cetak, contohnya audio, radio, video pembelajaran, multimedia pembelajaran interaktif, dan internet.

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.Komponen silabus yaitu : identitas silabus pembelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar

B.            Saran
Demikian makalah ini penulis buat ,penulis berharap kritik dan saran dari pembaca demi penyempurnaan makalah ini,sekian terimakasih.



Daftar Pustaka

Devi, Poppy Kamalia, Renny Sofiraeni, dan Khairuddin. 2009. Pengembangan Perangkat Pembelajaran untuk Guru SMP. Diterbitkan oleh PPPPTK IPA, Jakarta.

Paulina Pannen dan Purwanto. Penulisan Bahan Ajar. Jakarta: DIKTI Depdiknas, 2005.
Bintek Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Materi Umum, Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas, 2008.

























BUDAYA ALAM MINANGKABAU Rabu , 9 juni 2021 Unit 11 Jujur dan Bertanggungjawab Orang yang jujur adalah...