BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Proses metabolisme merupakan reaksi
enzimatis (melibatkan enzim).Enzim merupakan senyawa kimia yang dihasilkan sel
dan berfungsi sebagai biokatalisator (enzim dapat mempercepat reaksi kimia
namun tidak ikut bereaksi).Enzim mengatur kecepatan ribuan reaksi kimia yan
berlangsung di dalam sel.Reaksi kimia yang dikendalikan oleh enzim antara lain:
respirasi,pertumbuhan dan perkembangan,kontraksi otot,fotosintesis,fiksasi
nitogen,dan pencernaan.Enzim tersusun atas dua bagian yaitu bagian
protein(apoenzim) dan bagian nonprotein gugus prostetik.Gabungan antara
apoenzim dan koenzim disebut holoenzim.
B.Rumusan
Masalah
1. Apa
defenisi enzim?
2. Apa
sifat-sifat enzim?
3. Apa
fungsi dan cara kerja enzim?
4. Apa
saja faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim?
5. Apa
saja penggolongan enzim?
6. Apa
saja pembagian koenzim?
C.
Tujuan
Untuk mengetahui pengertian dari
enzim,sifat-sifat enzim,apa saja fungsi dari enzim dan bagaimana cara kerja
dari enzim,faktor apa saja yang
mempengaruhi aktivitas dari enzim beserta apa saja penggolongan dari enzim dan
apa-apa saja pembagian dari koenzim tersebut
D. Manfaat
1. Agar mengetahui defenisi enzim
2.
Agar mengetahui sifat-sifat enzim
3.
Memahami fungsi dan cara keja enzim
4.
Mengetahui faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim
5.
Mengetahui penggolongan enzim
6.
Memahami pembagian dari koenzim
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Defenisi
Enzim
Definisi enzim adalah protein yang menurunkan energi
aktivasi (EA) reaksi kimia. Enzim mengurangi energi aktivasi melalui berbagai
mekanisme/cara. Sebagai contoh, enzim dapat membawa molekul bersama sama dengan
oritentasi yang sesuai untuk bereaksi atau dapat menyediakan lingkungan mikro
yang kondusif terhadap reaksi .Enzim dapat juga bertindak sebagai katalis
biologis; enzim tersebut mempercepat reaksi tanpa turut mengalami perubahan. dengan
tidak adanya enzim dalam suatu reaksi kimia, suatu energi aktivasi tidak dapat
diatasi pada suhu sel yang normal. Hal ini akan menyebabkan reaksi kimia
berjalan sangat lambat sehingga sel dapat mati sebelum reaksi kimia
menghasilkan energi dan molekul yang dibutuhkan. Setiap sel membuat dan
menghasilkan banyak jenis enzim yang masing masing mengatalisasi reaksi yang
berlainan dan sangat spesifik. Oleh karena itu, enzim memiliki bentuk yang
spesifik yang secara khusus mengikat satu set molekul tertentu. Dalam
mempelajari tentang enzim, kita perlu mengetahui tentang substrat. Substrat
adalah reaktan yang diolah pada reaksi yang dikatalisasi oleh enzim
(enzimatik).
Enzim menurunkan energi aktivasi
B.
Sifat-sifat
enzim
Beberapa sifat dari
enzim sebagai biokatalisator yaitu:
- Enzim memiliki sifat protein karena pada dasarnya enzim adalah protein.Enzim memerlukan kondisi lingkungan yang mendukung untuk bekerja(pH,temperatur,konsentrasi ion).
- Enzim bekerja sebagai katalis yaitu mengubah kecepatan reaksi tanpa mengubah hasil produk.
- Enzim diperlukan dalam jumlah yang sedikit karena sedikit enzim mampu meningkatkan kecepatan reaksi menjadi cukup tinggi.
- Enzim dapat bekerja bolak-balik sehingga ia dapat membentuk dan mengurai senyawa.
- Enzim dipengaruhi faktor lingkungan seperti Ph,aktivator,inhibitor dan konsentrasi substrat.
C.
Fungsi
dan cara kerja enzim
Enzim memiliki fungsi mendasar yaitu
menurunkan energi aktivasi sehingga reaksi dapat berlangsung dalam suhu atau
kondisi normal. Dengan kata lain enzim berfungsi sebagai unsur katalitik atau
sebagai katalisator dalam suatu reaksi. Dalam melaksanakan katalisis ada empat
langkah yang dibutuhkan enzim yaitu:
- Substrat berikatan dengan enzim. Substrat atau banyak substrat berikatan pada situs aktif (active site) untuk membentuk kompleks substrat-ezim.
- Terinduksi hingga pas (induced fit). Enzim yang berikata ndengan substrat menginduksi perubahan bentuk enzim sehingga substrat lebih pas pada tempat yang lebih sempit di bagian situs aktif (induced fit). Induced fit dapat didefinisikan sebagai perubahan enzim yang reversibel.
- Katalisis. Saat terjadinya katalisis dalam reaksi, substrat atau banyak substrat berubah dengan cara yang spesifik, contoh dengan modifikasi kimiawi, pembelahan (cleavage) atau penggabungan substrat yang berlipat ganda. Pada langkah katalisis ini, terdapat dua macam jenis yaitu turnover number atau pergantian jumlah dan bidirectional atau dua arah. Pergantian jumlah yaitu katalisis terjadi sangat cepat sehingga satu molekul enzim dapat mengubah lebih dari 1000 molekul substrat per detik. Sedangkan dua arah yaitu enzim yang sama mengatalisis reaksi tertentu dalam dua arah ke depan atau sebaliknya.
- Langkah terakhir:Produk dilepaskan. Terjadinya pelepasan produk reaksi dari situs aktif, dan enzim tetap dalam bentuk aslinya. Enzim selanjutnya dapat meninggalkan situs aktif dan digunakan kembali dengan substrat yang baru.
Enzim bekerja sebagai katalis di dalam tubuh,enzim
mempercepat reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi.Energi aktivasi adalah energi yang di butuhkan untuk melakukan
suatu reaksi.Kerja enzim bisa dijelaskan melalui dua teori yaitu:
·
Lock
and key theory
Menjelaskan
bahwa enzim dan substrat bergabung menjadi kompleks seperti kunci yang masuk
kedalam gembok.Hanya molekul tertentu saja yang bisa menjadi substrat bagi
enzim,digambarkan sebagai gembok dan substrat sebagai kuncinya.
- Di dalam enzim terdapat sisi aktif yang terbentuk dari asam amino(apoenzim)
- Apoenzim ini akan berikatan dengan substrat membentuk kompleks,seperti kunci yang masuk kedalam gembok(subtrat sebagai kunci dan enzim sebagai gembok)
- Di dalam kompleks substrat bereaksi dengan energi aktifasi yang rendah(enzim menurunkan energi aktifasi)
- Setelah bereaksi,kompleks lepas dan melepaskan produk serta membebaskan enzim
·
Induced
fit theory
Menjelaskan
bahwa sisi aktif enzim merupakan bentuk yang fleksibel sehingga ia mampu
menyesuaikan bentuk dengan berbagai substrat dan membentuk kompleks.
- Sisi aktif enzim merupakan bentuk yang fleksibel
- Ketika subtrat memasuki sisi aktif enzim,bentuk si aktif termodifikasi melingkupinya membentuk kompleks
- Ketika produk sudah terlepas dari kompleks,enzim kembali tidak aktif menjadi bentuk yang lepas,sehingga substrat lin dapat kembali bereaksi dengan enzim tersebut.
D. Faktor Yang Mempengaruhi Aktivitas
Enzim
Enzim dalam melakukan aktivitas dan fungsi enzim, terdapat
beberapa faktor yang mempengaruhinya. Secara garis besar terdapat 3 faktor
utama yang mempengaruhi aktivitas enzim yaitu substansi nonprotein, kondisi
lingkungan optimal dan inhibitor. Berikut penjelasan tentang faktor yang
mempengaruhi aktivitas enzim.
1. Substansi protein dalam enzim
Dalam banyak reaksi yang menggunakan enzim, diperlukan
adanya substansi nonprotein untuk melakukan aktivitas enzim yang seharusnya.
Substansi nonprotein ini memulai reaksi melalui ikatan molekul enzim dengan
cara yang spesifik. Secara khusus terdapat 5 bagian enzim yaitu (1) koenzim
yang merupakan subtansi organik seperti vitamin, koenzim A, heme, dan biotin)
(2) kofaktor yaitu substansi anorganik seperti atom logam seng, besi, tembaga.
(3) Kelompok prostetik yaitu tempat kofaktor enzim dapat berikatan dengan
efektif yang merupakan bagian protein enzim. (4) Holoenzim adalah bagian
protein dan nonprotein enzim yang hadir bersamaan. (5) apoenzim merupakan
bagian protein enzim.
2. Kondisi Lingkungan Optimal
Setiap enzim memiliki kondisi lingkungan yang optimal yang
akan mengoptimalkan konformasi enzim yang aktif. Hingga saat ini diketahui dua
poin yang dibutuhkan dalam kondisi lingkungan optimal yaitu pengaturan suhu dan
pengaturan pH.
Suhu memiliki dua pengaruh utama yaitu pengaruh terhadap
reaksi serta terjadinya denaturasi. Pengaruh terhadap reaksi yaitu untuk enzim
pada umumnya semakin adanya peningkatan pada suhu maka akan terjadi peningkatan
kecepatan reaksi, molekul bergerak lebih cepat dikarenakan kenaikan suhu
sehingga akan banyak berinteraksi. Penurunan suhu tentunya akan berakibat
sebaliknya. Ketika suhu mencapai serta melampaui batas tertentu, maka akan
terjadi denaturasi. Definisi denaturasi adalah perubahan permanen yang
menginaktivasi enzim. Saat terjadi denaturasi, ikatan kimia terputus dan enzim
kehilangan bentuk spesifiknya.
pH atau ukuran kadar ion OH atau H pada lingkungan. Apabila
pH lingkungan terlalu asam atau basa dapat menyebabkan denaturasi enzim.
Umumnya, pH optimun enzim adalah dalam pH netral (pH 7). Hal menarik dari enzim
pencernaan adalah bekerja optimum pada pH 2.
3. Inhibitor
Pengertian inhibitor adalah molekul yang berikatan secara
selektif pada enzim dan menghambat aktivitas enzim. Enzim dapat berikatan
dengan inhibitor secara reversibel ataupun ireversibel. Ada dua macam inhibitor
yaitu inhibitor kompetitif dan inhibitor nonkompetitif.
Inhibitor kompetitif memiliki bentuk seperti substrat normal
dan bersaing dengan substrat normal tersebut untuk berikatan dengan situs aktif
enzim. Oleh karena itu, pengikatan inhibitor memblokade situs aktif terhadap
substrat. Apabila inhibitor bersifat reversibel dapat diatasi dengan
menambahkan konsentrasi substrat.
Inhibitor kompetitif mengikat bagian enzim yang lain selain
situs aktif (active site). Pengikatan inhibitor ini dapat mengubah bentuk situs
aktif enzim sehingga tidak dapat mengikat substrat.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi kerja enzim yaitu:
1. Temperatur
·
Sangat
berpengaruh karena enzim disusun oleh protein
·
Sampai
batas tertentu makin tinggi suhu,reaksi kimia semakin cepat tapi jika suhu
terlalu tinggi enzim akan mengalami denaturasi/perubahan susunan molekul.
·
Temperatur
optimum 30-40°C
·
Pada
suhu 0°C enzim tidak aktif dan jika dikembalikan kekeadaan normal,enzim akan
aktif kembali
2. pH
Perubahan
pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif
enzim(denaturasi),sehingga menghalangi sisi aktif berkombinasi dengan substrat
.Setiap enzim memilki pH optimum,misalnya pepsin dilambung memilki pH optimum
sekitar 2,sedang amilase pH optimumnya 7,5.
3. Konsentrasi enzim
Semakin tinggi konsentrasi enzim semakin cepat reaksi
berlangsung
4. Pengaruh hasil akhir
Kecepatan reaksi kimia yang disokong oleh enzim pada
permulaannya cepat,makin lama makin melemah yang disebabkan oleh menimbunnya
hasil reaksi kimia yang berlangsung.
5. Pengaruh zat penggiat(aktivator)
Dapat menambah kegiatan suatu enzim ,misalnya ion
obalt,mangan,magnesium dan klor,karena zat ini dapat mempermudah terjadi ikatan antara enzim
dengan substratnya.
6. Pengaruh zat penghambat
Dapat menghambat kegiatan enzim,terbagi 2 yaitu:
a. Inhibitor kompetitif,substrat masih
dapat berikatan dengan kompleks enzim-inhibitor
b. Inhibitor non kompetitif,substrat
tidak dapat berikatan dengan kompleks enzim inhibitor,misalnya ion sianida.
7. Konsentrasi substrat
Bila faktor pH,suhu,kadar enzim tetap dan konsentrasi
substratnya ditingkatkan sampai batas tertentu,maka hasil reaksi kimia juga
akan meningkat.Namun pada saat sisi aktif semua enzim bekerja,penambahan
substrat tidak dapat meningkatkan
kecepatan reaksi lebih lanjut.
8. Kadar air
Kadar air akan mengaktifkan kerja enzim dan rendahnya kadar
air dapat menyebabkan enzim tidak aktif,misalnya pada biji yang kering.
Enzim
digolongkan menurut reaksi yang diikutinya,sedangkan masing –masing enzim
diberi nama menurut nama substratnya,misalnya urease,arginase Disamping itu ada
pula beberapa enzim yang dikenal dengan nama lama misalnya pepsin,tripsin dan
lain-lain.Oleh Commision on Enzymes of the International Union of
Biochemistry,enzim dibagi dalam golongan
besar yaitu:
- Golongan I.Oksidoreduktase
Enzim-enzim
yang termasuk kedalam golongan ini dapat dibagi menjadi dua yaitu:Dehidrogenase bekerja pada reaksi-reaksi
dehidrogenase yaitu reaksi pengambilan
atom hidrogen dari suatu senyawa(donor).Hidrogen yang dilepas diterima oleh senyawa lain(akseptor)
reaksi pembentukan aldehida dari alkohol
adalah contoh reaksi dehidrogenase enzim yang bekerja pada reaksi ini adalah
alkohol,alkohol adalah donor hidrogen,sedankan senyawa yang menerimahidrogen
adalah suatu koenzim nikotinadenindinukleotida.Glutamat
dehidrogenase adalah contoh dehidrogenase yang bekerja terhadap asam glutamat
sebagai substrat,enzim ini banyak terdapat pada mitokondria dalam semua sel
jaringan.Dalam reaksi ini asam glutamat diubah menjadi asam ketoglutarat.
- Golongan II.Transferase
Enzim
yang termasuk golongan ini bekerja sebagai katalis pada reaksi pemindahan suatu
gugus dari suatu senyawa kepada senyawa lain.Beberapa enzim yang termasuk
kedalam golongan ini,ialah metiltransferase,hidroksimeiltransferase,karboksiltranferase,asiltransferase
dan amino transferase atau disebut juga transaminase.Enzim metiltranferase
bekerja pada reaksi pembentukan kreatin dari asam guanidino asetat.Pembentukan
glisin dari serin merupakan reaksi pemindahan gugus hidroksi metil.Gugus ini
dilepaskan dari molekul serin dengan
dibantu oleh enzim hidroksimetil transferase.
Enzim
transaminase bekerja pada reaksi transaminasi
yaitu suatu reaksi pemindahan
gugus amino dari suatu asam amino kepada senyawa lain.
- Golongan III.Hidrolase
Bekerja
sebagai katalis pada reaksi
hidrolisis.Ada tiga jenis reaksi hidrolase yaitu yang memecah ikatan
ester,memecah glikosida dan yang memecah
ikatan peptida.Beberapa enzim sebagai contoh ialah esterase,lipase,fosfatase,amilase,amino peptidase,karboksi
peptidase,pepsin,tripsin,kimotripsin.Enzim ini mengkatalisis
reaksi-reaksi hidrolisis, dengan contoh enzim adalah:
1) Karboksilesterase adalah
hidrolase yang menghidrolisis gugusan ester karboksil.
2)
Lipase adalah hidrolase yang menghidrolisis lemak (ester lipida).
3) Peptidase adalah hidrolase
yang menghidrolisis protein dan polipeptida.
- Golongan IV Liase
Enzim ini berfungsi untuk mengkatalisis pengambilan atau penambahan gugusan
dari suatu molekul tanpa melalui proses hidrolisis, sebagai contoh adalah:
1) L malat hidroliase (fumarase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi
pengambilan air dari malat sehingga dihasilkan fumarat.
2) Dekarboksiliase (dekarboksilase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi
pengambilan gugus karboksil.
- Golongan VIsomerase
Isomerase meliputi enzim-enzim yang mengkatalisis reaksi isomerisasi,
yaitu:
1) Rasemase
mengubah l-alanin <–> D-alanin
2) Epimerase
merubah D-ribulosa-5-fosfat <–> D-xylulosa-5-fosfat
3) Cis-trans isomerase
merubah transmetinal <–> cisrentolal
4) Intramolekul ketol isomerase,
merubah D-gliseraldehid-3-fosfat <–> dihidroksi aseton fosfat
5) Intramolekul transferase atau
mutase
merubah metilmalonil-CoA <–> suksinil-CoA
- Golongan VILigase
Enzim ini mengkatalisis reaksi penggabungan 2 molekul dengan dibebaskannya
molekul pirofosfat dari nukleosida trifosfat, sebagai contoh adalah enzim
asetat=CoASH ligase yang mengkatalisis rekasi sebagai berikut:
Asetat + CoA-SH + ATP <–> Asetil CoA + AMP + P-P
Enzim lain dengan tatanama berbeda
Ada beberapa enzim yang penamaannya tidak menurut cara di atas, misalnya
enzim pepsin, triosin, dan sebagainya serta enzim yang termasuk enzim permease.
Permease adalah enzim yang berperan dalam menentukan sifat selektif permiabel
dari membran sel.
Penggolongan enzim berdasarkan
proses kerjanya
1. Hidrolase
Hidrolase merupakan enzim-enzim yang menguraikan suatu zat dengan
pertolongan air. Hidrolase dibagi atas kelompok kecil berdasarkan substratnya
yaitu :
a. Karbohidrase,
enzim-enzim yang menguraikan golongan karbohidrat.Kelompok ini masih dipecah lagi menurut karbohidrat yang diuraikannya,
misal :
Amilase,
yaitu enzim yang menguraikan amilum (suatu polisakarida) menjadi maltosa 9
suatu disakarida).
2 (C6H10O5)n + n H2O n C12H22O11
·
Maltase,
yaitu enzim yang menguraikan maltosa menjadi glukosa
C12H22O11 + H20 2 C6H12O6
·
Sukrase,
yaitu enzim yang mengubah sukrosa (gula tebu) menjadi glukosa dan fruktosa.
·
Laktase,
yaitu enzim yang mengubah laktase menjadi glukosa dan galaktosa.
·
Selulase,
emzim yang menguraikan selulosa ( suatu polisakarida) menjadi selobiosa ( suatu
disakarida)
·
Pektinase,
yaitu enzim yang menguraikan pektin menjadi asam-pektin
b. Esterase
Enzim-Enzim yang memecah golongan ester.
Contoh-contohnya :
·
Lipase,
yaitu enzim yang menguraikan lemak menjadi gliserol dan asam lemak.
·
Fosfatase,
yaitu enzim yang menguraikan suatu ester hingga terlepas asam fosfat.
c. Proteinase atau Protease
Enzim-Enzim yang menguraikan golongan protein.
Contoh-contohnya:
·
Peptidase,
yaitu enzim yang menguraikan peptida menjadi asam amino.
·
Gelatinase,
yaitu enzim yang menguraikan gelatin.
·
Renin, yaitu
enzim yang menguraikan kasein dari susu.
2. Oksidase dan reduktase
enzime yang menolong dalam proses oksidasi dan reduksi.
Enzim Oksidase dibagi lagi menjadi;
·
Dehidrogenase
: enzim ini memegang peranan penting dalam mengubah zat-zat organik menjadi
hasil-hasil oksidasi.
·
Katalase :
enzim yang menguraikan hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen.
3. Desmolase
Enzim-Enzim yang memutuskan ikatan-ikatan C-C, C-N dan beberapa ikatan
lainnya.Enzim Desmolase dibagi lagi menjadi :
·
Karboksilase
: yaitu enzim yang mengubah asam piruyat menjadi asetaldehida.
·
Transaminase
: yaitu enzim yang memindahkan gugusan amine dari suatu asam amino ke suatu
asam organik sehingga yang terakhir ini berubah menjadi suatu asam amino.
F. KOENZIM
Koenzim adalah suatu molekul organik yang merupakan kobaktor non protein
dari enzim, yang dibutuhkan untuk fungsi katalitiknya. Kobaktor enzim walaupun
jumlahnya kecil dalam sel tetapi sangat esensial bagi kerja beberapa enzim, dan
oleh karena itu memegang peranan.
Model pengisian ruang koenzim NADH
Koenzim adalah kofaktor berupa molekul organik kecil yang mentranspor gugus
kimia atau elektron dari satu enzim ke enzim lainnya. Contoh koenzim mencakup NADH, NADPH dan adenosina trifosfat. Gugus kimiawi yang dibawa mencakup ion hidrida (H–)
yang dibawa oleh NAD atau NADP+, gugus asetil yang dibawa oleh koenzim A, formil,
metenil, ataupun gugus metil yang dibawa oleh asam folat, dan gugus
metil yang dibawa oleh S-adenosilmetionina. Beberapa koenzim seperti riboflavin, tiamina, dan asam folat adalah vitamin.
Oleh karena koenzim secara kimiawi berubah oleh aksi enzim, adalah dapat
dikatakan koenzim merupakan substrat yang khusus, ataupun substrat sekunder.
Sebagai contoh, sekitar 700 enzim diketahui menggunakan koenzim NADH.
Regenerasi serta pemeliharaan konsentrasi koenzim terjadi dalam sel. Contohnya,
NADPH diregenerasi melalui lintasan pentosa fosfat, dan S-adenosilmetionina
melalui metionina adenosiltransferase.
Koenzim dan hubungannya dengan beberapa vitamin
:
1.
Koenzim:
molekul organic kecil, tahan terhadap panas yang mudah terdisosiasi dan dapat
dipisahkan dari enzimnya dengan cara dialysis. Contoh: NAD, NADP, ATP.
2.
Vitamin: golongan senyawa kimia yang terdapat
dalam jumlah kecil makanan tetapi mempunyai arti penting, sebab jika kekurangan
vitamin maka akan menimbulkan penyakit seperti beri-beri, skorbut, rabun senja,
dan lain-lain.
3.
Hubungan keduanya adalah beberapa koenzim
mempunyai struktur yang mirip dengan vitamin tertentu. Pada koenzim tertentu
molekul vitamin menjadi bagian dari molekul tersebut. contohnya ada 9, salah
satumya Niasin. Niasin adalah nama vitamin yang beberapa molekul
nikotinamida/asam nikotinat. Niasin terdapat dalam jaringan hewan maupun
tumbuhan. Daging adalah bahan makanan yang mengandung banyak niasin. Molekul
nikotinamida terdapat sebagai bagian dari molekul NAD+ atau NADP+
yang merupakan koenzim. Penting dalam metabolisme sel.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Enzim adalah biokatalisator organik yang dihasilkan
organisme hidup didalam protoplasma,yang terdiri atas protein atau suatu
senyawa yang berikatan dengan protein.Enzim tersusun atas dua bagian apabila
enzim dipisahkan satu sama lainya menyebakan enzim tidak aktif.Namun keduannya
dapat digabungkan menjadi satu,yang disebut holoenzim.Kedua bagian enzim tersebut
yaitu apoenzim dan koenzim,enzim disintesis dalam bentuk calon enzim yang tidak
aktif,kemudian di aktifkan dalam lingkungan pada kondisi yang
tepat.Misalnya,tripsinogen yang disintesis dalam pankreas,diaktifkan dengan
memecah salah satu peptidanya untuk membentuk enzim tpripsin yang aktif.Bentuk
enzim yang tidak aktif ini disebut zimogen.
B.
Saran
Dari materi enzim dan koenzim ini semoga dapat
bermanfaat bagi pembaca
DAFTAR
PUSTAKA
Armstrong,F.B.,1989,Biochemistry (edisi ke-3),New York:Oxford
University press.
Sudjadi,Bagod.2005.Biologi
Sains dalam Kehidupan 3A.Jakarta:Yudhistira
Poedjiadi,Anna.1994.Dasar-Dasar
Biokimia.Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Saya ahadir buk
BalasHapussaya hadir buk -Nila Silvia
BalasHapusSaya Hadir buk
BalasHapusSaya hadir buk
BalasHapusSaya hadir buk
BalasHapusSaya hadir buk
BalasHapushadir
BalasHapusSaya hadir Buk -Rifara Suci Yulika
BalasHapusok buk
BalasHapushadir buk - Reni Mustika
BalasHapusmantap buk
BalasHapusOk.buk
BalasHapusSaya hadir buk
BalasHapusHadir buk
BalasHapusHadir buk
BalasHapusok buk
BalasHapus