Tumbuhan,Hewan,Manusia

Jumat, 24 Januari 2020

Anatomi tumbuhan (Jaringan Meristem)

                                                              



BAB I
PENDAHULUAN
  A.    Latar Belakang
Setiap makhluk hidup tentu mengalami proses tumbuh dan berkembang .  Pada saat itu, sel-sel yang menyusun tubuh menjadi terspesialisasi  untuk menjalankan berbagai fungsi hidup. Beberapa sel di antaranya bergabung menjadi satu kesatuan membentuk  jaringan.
         Jaringan merupakan sekelompok sel yang memiliki  bentuk, susunan dan fungsi yang sama. Pada umumnya, dikenal dua tipe jaringan, yaitu jaringan sederhana (tersusun dari satu tipe sel). Berbagai macam jaringan dapat ditemukan pada organ tubuh makhluk hidup, baik tumbuhan maupun hewan. Berikut ini kita akan membahas tentang macam jaringan  yang dapat pada tumbuhan dan hewan.
         Pada dasarnya, tubuh tumbuhan multiseluler merupakan  satu unit morfologi. Dikatakan demikian karena  tubuh  tumbuhan tersusun dari sel-sel yang berlekatan dengan sel-sel lain melalui dinding selnya. Penyatuan  sel-sel  terseb ut  dimungkinkan karena adanya zat-zat perekat antarsel. Beberapa tipe sel dengan ciri yang serupa membentuk suatu kelompok sel yang dikenal  sebagai jaringan tumbuhan. Berbagai jaringan tumbuhan. Berbagai jaringan tumbuhan dapat ditemukan pada organ tumbuhan, misalnya pada akar,batang, dan daun.
         Ahli botani membedakan jaringan tumbuhan atas beberapa macam, yaitu jaringan meristem, epidermis,parenkim,kolenkim, sklerenkim, dan pengangkut.  
  B.     Rumusan
1.        Jelakan konsep jaringan meristem?
2.        Sebutkan sifat jaringan meristem?
3.      Sebutkan cirri-ciri jaingan meristem?
  C.    Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu untuk memahami tentang sistem jaringan pada tumbuhan. Disamping itu juga untuk menambah wawasan kita tentang berbagai jaringan pada tumbuhan. Sehingga kita lebih mengerti bagaimana tumbuhan itu hidup di alam.
  D.    Manfaat
Adapun manfaat makalah ini yaitu bermanfaat bagi yang membaca makalah ini dapat menambah wawasan ilmu dalam pelajaran anantomi tumbuhan dan mohon maaf bila ada kesalahan yang terdapat dalam makalah ini. 

BAB II
PEMBAHASAN
   1.      Konsep jaringan meristem
Meristem merupakan istilah dari kata Yunani, meristes, yang berarti ”terbelah”. Jaringan meristem disebut juga jaringan muda karena terdiri dari sel-sel yang masih muda (embrional) dan belum mengalami diferensiasi atau spesialisasi. Jadi, jaringan meristem adalah jaringan yang sel penyusunnya bersifat embrional, artinya sel-selnya senantiasa aktif membelah diri untuk menambah jumlah sel tubuh. 
a.    Jaringan Meristem
Merupakan jaringan yang sel penyusunnya bersifat embrional, artinya mampu terus menerus membelah diri untuk menambah jumlah sel dalam tubuh. Ciri-ciri sel meristem, yaitu ukuran sel kecil dan kaya akan sitoplasma, serta selnya berbentuk kuboid atau prismatis. Jaringan meristem dapat berubah menjadi jaringan permanen / dewasa melalui peristiwa diferensiasi dan spesialisasi. Diferensiasi adalah perubahan bentuk sel yang disesuaikan dengan fungsinya, sedangkan spesialisasi jaringan tumbuhan adalah pengkhususan sel-sel tumbuhan untuk mendukung fungsi sel tertentu.
Jaringan meristem berdasarkan asal terbentuknya dibagi menjadi dua, yaitu meristem primer dan meristem sekunder. Jaringan meristem primer adalah meristem yang berkembang dari sel embrional. Biasanya meristem primer ditemukan pada kuncup ujung batang dan ujung akar. Meristem primer merupakan pertumbuhan primer yang memungkinkan akar dan batang bertambah panjang. Jaringan meristem sekunder adalah meristem yang berkembang dari jaringan permanen yang telah mengalami diferensiasi dan spesialisasi tetapi menjadi embrional kembali.
   2.      Sifat jaringan meristem
Pada tumbuh-tumbuhan, sel-sel membentuk jaringan muda (meristem) adalah juga dalam keadaan muda (embrional). Membran selnya demikian tipis, bentuknya menunjukkan bentuk yang teratur, antara segiempat dan kubus, sedangkan ruang sel (lumen) masih penuh dengan ”protoplas” serta “vakoala” yang kecil-kecil. Dalam kondisi demikian ini sifat khusus dari jaringan muda yaitu “sel-sel yang membentuknya selalu mengadakan kegiatan-kegiatan untuk membelah”, yang dalam istilah lain disebut meristematis.
                     
        
Root cap(tudung akar/kaliptra)
1)    Berfungsi melindungi meristem akar dan alat pemantakan akar ke dalam tanah
2)    Mensekresikan lendir yg mengandung polisakarida dan ada butiran tepung : statolit
3)    Berkembang terus-menerus beregenerasi
Zona yang terdapat di akar adalah:
a)      Zona elongasi 



                                                                       I.     Terusan dari zona meristematik
                                                                    II.     Sel-sel membelah dan memanjang hingga 10 kali dan mendorong ujung akar dan meristem ke arah depan

b)      Zonz putasi/zona pendewasaan


                                                             I.     Desakan dari zona meristematik dan zona elongasi mendorong terjadinya perkembangan zona pendewasaan akar yang ditandai dengan pertumbuhan rambut akar, pembentukan akar primer dan lateral.
Istilah “meristematis” tentunya sangat berkaitan dengan “meristem”, sedang kata “meristem” berasal dari kata Yunani “meristos” yang berarti membagi atau membelah.
Berdasarkan asalnya, jaringan meristem terbagi menjadi:
a.    Meristem primer
Meristem primer adalah jaringan muda yang berasal dari sel-sel embrional. Meristem primer merupakan kelanjutan dari kegiatan embrio atau lembaga yang terdapat pada kuncup ujung batang dan ujung akar. Hal inilah yang memungkinkan akar dan batang bertambah panjang sehingga tumbuhan dapat bertambah tinggi.


                 
Daerah-daerah pada meristem primer mempunyai tingkat perkembangan sel berbeda-beda. Meristem ujung terdapat pada ujung batang. Di dekat meristem ujung terdapat promeristem dan daerah meristematik lain. Daerah ini terdiri dari sekelompok sel yang telah mengalami diferensiasi sampai tingkat tertentu dan terdiri dari tiga jenis jaringan (meristem primer) sebagai berikut.
1)   Protoderma, bagian ini merupakan asal-usul jaringan kulit (epidermis).
2)   Prokambium, bagian ini akan membentuk jaringan ikat pembuluh    primer (xilem primer dan floem primer) dan kambium.
3)   Meristem dasar, bagian ini akan membentuk jaringan dasar (parenkim) tumbuhan
b.    Meristem sekunder
Meristem sekunder terbentuk dari jaringan dewasa yang telah terhenti pertumbuhannya, tetapi menjadi embrional kembali.


Contoh jaringan meristem skunder yaitu kambium.
Pertumbuhan sel kambium ke arah dalam akan membentuk xilem sekunder dan ke arah luar membentuk floem sekunder. Jaringan kambium dijumpai pada batang tumbuhan anggota kelas Dicotyledoneae. Sementara itu, tumbuhan kelas Monocotyledoneae tidak mempunyai jaringan kambium (meristem sekunder) sehingga batangnya tidak mengalami pertumbuhan sekunder. Aktivitas kambium  menyebabkan pertumbuhan skunder, sehingga batang tumbuhan menjadi besar. Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka ). Pertumbuhan kambium kearah luar akan membentuk kulit batang, sedangkan kearah dalam akan membentuk kayu.Pada masa pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis dibandingkan kayu.
Kambium adalah lapisan sel-sel tumbuhan yang aktif membelah dan terdapat antara xilem dan floem.
a)    Tumbuhan-tumbuhan golongan Dicotyledoneae dan Gymnospermae umumnya memiliki kambium, berbentuk lingkaran dalam batangnya ataupun juga dalam akarnya. Berdasarkan dalam enyelidikan teryarta kambium itu ada pula yang terdapat pada beberapa tumbuhan-tumbuhan dari golongan Monocotyledoneae.
b)   P-hellogen atau kambium gabus umumnya tedapat pada bagian kulit batang tumbuhan, dapat membentuk jaringan gabus yang sukar ataupun tidak dapat dilalui air atau zat lainnya. Sel-sel gabus ini umumnya tidak aktif atau mati.
3.      Klasifikasi jaringan meristem
Berdasarkan letaknya pada batang, jaringan meristem dibedakan menjadi tiga sebagai berikut:
a)      Meristem apikal
Meristem apikal (meristem ujung) terdapat pada ujung-ujung pokok batang , cabang, serta ujung akar. 
  

Ujung akar memiliki tudung akar, pada ujung meristem apeks, yang diikuti dengan daerah pemanjangan dan diferensiasi.

Ujung batang memiliki meristem apeks seperti kubah sebagai tambahan pada primordia daun dan primordia pucuk yang akan melindungi   meristem apeks.
Meristem apikal selalu  menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang. Pertumbuhan memanjang akibat aktivitas meristem apikal disebut pertumbuhan primer.

b)      Meristem interkalar/aksilar (meristem antara)
Meristem interkalar/aksilar (meristem antara) terdapat di antara jaringan meristem primer dan jaringan dewasa, misalnya pada pangkal ruas batang. meristem antara adalah meristem yang terletak diantara jaringan meristem primer dan jaringan dewasa. 

Contoh tumbuhan yang memiliki meristem interkalar adalah batang rumput-rumputan (Graminae). Pertumbuhan sel  meristem  interkalar menyebabkan pemanjangan batang lebih cepat, sebelum tumbuhnya bunga. contoh pada pangkal ruas suku rumput-rumputan.
c)      Meristem lateral (meristem samping)
Meristem lateral (meristem samping) merupakan meristem yang menyebabkan pertumbuhan skunder. Pertumbuhan skunder adalah proses pertumbuhan yang menyebabkan bertambah besarnya  akar dan batang tumbuhan. 
 
1)   Kambium pembuluh (wascular cambium)
a.    lapisan sel yang membentuk silinder tipis di sekeliling batang/cabang dan akar, terletak di antara jaringan kayu dan kulit kayu.
b.    menghasilkan kayu untuk penguat  tumbuhan
c.    menghasilkan kulit kayu/kulit batang untuk pelindung

2)   kambium gabus (cork cambium)
a.    lapisan sel membentuk silinder di  bagian luar daerah kulit kayu.
b.    menghasilkan lapisan pelindung tumbuhan yang dinamakan gabus
Meristem lateral disebut juga sebagai kambium. Kambium terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang dan membentuk jaringan skunder pada bidang yang sejajar dengan akar dan batang.misalnya kambium dan kambium gabus.
3.  Ciri – ciri jaringan meristem
a. Bentuk dan ukurannya selnya sama (kubus)
b. Dinding Selnya Tipis
c. Selnya penuh dengan protoplasma
d.  Isi sel tidak mengandung zat makanan
e. Sel muda dan belum mengalami diferensiasi dan spesialisasi, berdinding tipis, protoplasma banyak, vakuola kecil, inti besar, plastida belum matang dan berbentuk sama ke segala arah


BAB III
PENUTUP
    A.      Kesimpulan
Dari makalah diatas dapat disimpulkan, Jaringan meristem adalah jaringan yang sel –selnya mampu membelah diri dengan cara mitosis secara terus menerus ( bersifat embrional) untuk menambah jumlah sel – sel tubuh pada tumbuhan.
Jaringan meristem memiliki ciri-ciri sebagai berikut, Bentuk dan ukurannya selnya sama (kubus), Dinding Selnya Tipis, Selnya penuh dengan protoplasma, Isi sel tidak mengandung zat makanan, Sel muda dan belum mengalami diferensiasi dan spesialisasi, berdinding tipis, protoplasma banyak, vakuola kecil, inti besar, plastida belum matang dan berbentuk sama ke segala arah.
Jaringan meristem bermacam-macam, yaitu jaringan Promeristem, Jaringan meristem primer, Jaringan meristem sekunder. Jika dilihat dari posisi jaringan meristem dalam tubuh tumbuhan maka jaringan meristem dibagi menjadi jaringan meristem apikal, intekalar, dan lateral.
   B.      Saran
Sebaiknya kepada para pembaca memahami isi makalah tersebut, sehingga para pembaca dapat mengerti apa isi makalah tersebut, tapi tidak hanya mengerti akan isi makalah ini tetapi pembaca juga akan mendapatkan suatu ilmu yang sangat bermanfaat yang nantinya dapat digunakan dalam proses balajar mengajar serta saran yang lebih baik lagi dari postingan ini yang berkaitan dengan materi jaringan meristem.


DAFTAR PUSTAKA
Sutrian Yayang. 2004. Pengantar Anatomi Tumbuh-Tumbuhan (tentang sel dan jaringan). Jakarta : PT RINEKA CIPTA
Campbell, N. A. J. B. Reece & L.G.Mitchell. 2002. Biologi .Jakarta : Erlangga



                                                                 Thank you.... :)















4 komentar:

  1. Kak ini fajar kelas 12 mipa 4 mau bertanya, materi biologi apa yang paling sering keluar di UN

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya fajar,kalau untuk kelas 12 hereditas manusia,evolusi,bioteknologi(bisa saja bgian2 nya seperti t.modern/t.konvensional dan dampaknya),kinerja enzim,substansi genetika.nah utk kls 11 sistem koordinasi manusia seperti gambar saraf,alat indra,telinga)begitu jga utk kls 10 keanekaragaman hayati,ekosistem,kingdom(dunia)hewan/tumbuhan,itu klau berpatokan ke soal2 tahun yg lewat jar,

      Hapus
  2. Hai kak, aku sahfa 12 mipa 6 ,mau nanya biasanya soal kelas berapa yg dominan berada di soal un biologi?

    BalasHapus
  3. Haii sahfa,kalau menurut kakak materi kelas 12,11,10 sama saja untuk soal un karna semua materi di soal dibahas kembali sahfa,cuman tentunya kita berpatokan pada soal2 UN 3 tahun kebelakang nya sahfa.😊

    BalasHapus

BUDAYA ALAM MINANGKABAU Rabu , 9 juni 2021 Unit 11 Jujur dan Bertanggungjawab Orang yang jujur adalah...