BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Proses
pembelajaran merupakan suatu sistem yang mana untuk pencapaian standar proses
untuk meningkatkan kualitas pendidikan dapat dimulai dengan merencanakan
program pengajaran lebih baik, terperinci dan terencana. Salah satu caranya
adalah dengan mengembangkan perangkat pemelajaran. Perangkat pembelajaran
merupakan salah satu alat penunjang keberhasilan pembelajaran di kelas yang
berisi mengenai infornasi proses pembelajaran di kelas.
Perangkat pembelajaran terdiri dari silabus,
rencana pelaksanaan pembelajaran, media dan sumber belajar. Dalam makalah ini
akan dibahas mengenai pengembangan silabus untuk pembelajaran yang lebih
baik. dalam materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran,dan indikator
pencapaian kompetensi untuk penilaian hasil belajar. Dengan demikian
pengembangan silabus ini minimal harus mampu menjawab apakah yang harus
dimiliki oleh peserta didik,bagaimana cara membentuk kompetensi tersebut, dan
bagaimana cara mengetahui bahwa peserta didik telah memiliki kompetensi
itu.Silabus akan sangat bermanfaat sebagai pedoman bagi pengajar karena berisi
petunjuk secara keseluruhan mengenai tujuan dan ruang lingkup materi yang harus
dipelajari oleh peserta didik. Selain itu, juga menerangkan tentang kegiatan
belajar mengajar, media, dan evaluasi yang harus digunakan dalam proses
pembelajaran kepada peserta didik. Dengan berpedoman pada silabus diharapkan
pengajar akan dapat mengajar lebih baik, tanpa khawatir akan keluar dari
tujuan, ruang lingkup materi, strategi belajar mengajar, atau keluar dari
sistem evaluasi yang seharusnya.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa
pengertian bahan ajar ?
2. Apa
tujuan dan manfaat penyusunan bahan ajar ?
3. Bagaimana
prinsip pengembangan bahan ajar ?
4. Apa
saja jenis-jenis bahan ajar ?
5. Apa
komponen bahan ajar ?
6. Apa
saja komponen silabus ?
7. Bagaimana
langkah-langkah penyusunan silabus ?
C.
Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:
1. Mengetahui
pengertian bahan ajar
2. Dapat
memahami tujuan dan manfaat penyusunan bahan ajar
3. Memahami
prinsip pengembangan bahan ajar
4. Mengetahui
jenis-jenis bahan ajar
5. Mengetahui
komponen bahan ajar
6. Mengetahui
komponen silabus
7. Dapat
memahami langkah-langkah penyusunan silabus
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Bahan Ajar
Ada beberapa pengertian bahan ajar
seperti yang disebutkan dalam National Center for Vocational Education
Research Ltd/National Center for Competency Based Training dalam Abdul
Majid (2007:174) adalah sebagai berikut :
1. Bahan ajar adalah
segala bentuk bahan yang digunakan oleh
guru/instruktur dalam
melaksanakan kegiatan belajar mengajar di
kelas. Bahan yang
dimaksud bias berupa bahan tertulis atau bahan
tidak tertulis.
2. Bahan ajar merupakan
informasi , alat dan/atau teks yang diperlukan
oleh guru untuk perencanaan
dan penelaahan implementasi
pembelajaran.
3. Bahan ajar adalah
seperangkat materi yang disusun secara sistematis
baik tertulis maupun
tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang
memungkinkan siswa
untuk belajar.
Berdasarkan
kutipan di atas dapat dipahami bahwa bahan ajar merupakan seperangkat materi
yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta
lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.Sedangkan Dikmenjur
dalam websitenya http://www.dikmenum.go.id “Bahan ajar merupakan seperangkat
materi/substansi pembelajaran (teaching material) yang disusun secara
sistematis, menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa
dalam kegiatan pembelajaran”. Kemudian, Wright (1987).Agus Trianto (2005:9)
menambahkan bahwa bahan ajar dapat membantu ketercapaian tujuan silabus, dan
membantu peran guru dan siswa dalam proses belajar-mengajar.
B. Tujuan dan Manfaat Penyusunan Bahan Ajar
Menurut Depdiknas (2008:10) tujuan
penyusunan bahan ajar, yakni:
·
Menyediakan bahan ajar yang seseuai
dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa, sekolah, dan
daerah
·
membantu siswa dalam memperoleh
alternatif bahan ajar
·
memudahkan guru dalam melaksanakan
pembelajaran.
Penulisan
bahan ajar bermanfaat untuk:
·
membantu guru dalam proses
pembelajaran
·
memudahkan penyajian materi di kelas
·
membimbing siswa belajar dalam waktu yang
lebih banyak
·
siswa tidak tergantung kepada guru sebagai
satu-satunya sumber informasi
·
dapat menumbuhkan motivasi siswa untuk
mengembangkan diri dalam mencerna dan memahami pelaja Bila guru mengembangkan
bahan ajar sendiri,maka memperoleh mamfaat yaitu:
·
diperoleh bahan ajar yang sesuai dengan
tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa, sekolah dan
daerah
·
tidak perlu tergantung pada buku teks
·
bahan ajar menjadi lebih kaya karena
dikembangkan dengan berbagai referensi menambah khasanah guru dalam menulis
·
Membangun komunikasi pembelajaran
efektif antara guru dan siswa
Pengembangan bahan
ajar dapat mengatasi ketersediaan bahan ajar sesuai dengan kebutuhan siswa,
tuntutan kurikulum, kateristik sasaran, dan tuntutan pemecahan masalah belajar.
Pengembangan bahan ajar harus sesuai dengan tuntutan kurikulum artinya bahan
ajar yang dikembangkan harus sesuai dengan kebutuhan yang mengacu pada standar
isi dan standar kompentensi lulusan. Kemudian kateristik sasaran disesuaikan
dengan lingkungan, kemampuan, minat, dan latar belakang siswa.
C.
Prinsip
Pengembangan Bahan Ajar
Beberapa
elemen penting yang perlu anda perhatikan dalam pengembangan bahan belajar
khususnya bahan belajar cetak antara lain :
·
Konsistensi,
konsisten dalam penggunaan huruf dan spasi.
·
Format,
isi yang berbeda supaya dipisahkan dan dilabel secara visual. c. Taktik dan
strategi pembelajaran,
·
Organisasi,
menyusun teks sedemikian rupa sehingga informasi mudah dipahami.
Dalam
mengembangkan bahan belajar, prinsip pengembangannya. antara lain:
·
.
Dapat mencapai tujuan
·
Sesuai
dengan karakteristik dan kebutuhan peserta maupun lembaga
·
Memberikan
kemudahan kepada peserta dalam memahami isi/uraian materi
·
Kebenaran
isi/konsep, bahan belajar yang dikembangkan harus sesuai dengan konsep materi.
·
Ketuntasan/keutuhan
dalam belajar, bahan belajar yang dikembangkan haruslah utuh untuk mencapai
kompetensi yang dipersyaratkan.
·
Kesederhanaan
dalam penyajian. Sajian materi dalam bahan belajar hendaknya dikemas dengan
bahasan yang sederhana dan tidak komplek sehingga materi mudah dipahami.
·
Keseimbangan
dalam halaman. Cakupan kompetensi yang banyak hendaknya dibahas dalam banyak
halaman.
·
Ketegasan
dalam penyajian pesan. Pesan yang disampaikan harus jelas dan tidak menimbulkan
penafsiran ganda.
·
Keindahan
tampilan. Agar pembaca tidak bosan membaca, tampilan bahan belajar dikemas
semenarik mungkin.
·
Komunikatif
dalam penyampaian pesan. Bahasa yang digunakan dalam mengulas suatu pesan
menggunakan bahasa yang komunikatif, seolah-olah pembaca ikut berinteraksi dalam
keseluruhan materi yang dikemas dalam bahan belajar.
·
Memuat
unsur hiburan bagi pembacanya. Prinsip unsur hiburan bertujuan untuk
meningkatkan minat dan motivasi pembaca untuk terus belajar.
Prosedur
Pengembangannya tidak terlepas dari ADDIE, yaitu Analyze, Design, Develop,
Implementation, dan Evaluation. Dalam mengembangkan bahan belajar
pertama kali yang perlu anda lakukan yaitu dengan menganalisis kebutuhan dan
karakteristik sasaran atau audien. Sasaran anak sekolah dengan peserta diklat
tentunya berbeda baik dari taraf berpikir maupun gaya belajarnya. Hal ini tentu
berimplikasi dalam pengembangan bahan belajar.
Setelah
menganalisis karakteristik dan kebutuhan sasaran, perlu mendesain bahan belajar
sesuai dengan karakteristik sasaran. Proses desain bahan belajar yaitu
berdasarkan analisis kebutuhan diturunkan ke dalam tujuan pembelajaran yang
dimaksud. Berdasarkan tujuan, anda tentukan materi dan cakupannya untuk
mencapai tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, selanjutnya anda pilih jenis
me- dia/bahan belajar yang tepat.
Untuk
mengetahui apakah bahan belajar yang telah dikembangkan tersebut sesuai dan
efektif terhadap sasaran ,yang perlu di lakukan adalah mengevaluasi bahan
belajar tersebut. Hasil evaluasi dapat dijadikan sebagai bahan perbaikan untuk
penyempurnaan bahan belajar. Tahapan pengembangan instruksional termasuk
didalamnya pengembangan bahan instruksional, menurut Regeiluth seperti dikutip
oleh Atwi Suparman (1997) terdiri dari:
·
Desain
bagi
seorang pengembang instruksional berfungsi sebagai cetak Produksi, penggunaan
desain untuk membuat program instruksional
·
Validasi
penentuan
kualitas atau validitas dari produk akhir. Pada hakikatnya pengembangan bahan
belajar adalah satu bentuk pengembangan instuksional yang secara konsisten
harus mengikuti tahapan proses pengembangan
: yaitu
analize, design, develop , implement, evaluate dan revise. Ada 4 tingkatan
pengembangan instruksional: tingkatan sistem (system level), tingkatan kelas
(class- room level), tingkatan produk (product level) dan tingkatan organisasi
(organization level). Pengembangan bahan ajar adalah pengembangan isntruksional
pada level produk. Output nya adalah bahan belajar baik cetak maupun non cetak.
Sementara output level sistem adalah suatu sistem pembelajaran, level kelas
adalah satuan acara perkuliahan (SAP) atau Rencana Pembelajaran, dan level
organisasi adalah organisasi sistem pembelajartan yang lebih baik, (Arief S
Sadiman, 1985).
D. Jenis-jenis
Bahan Ajar
Bahan
belajar dapat dikategorikan sebagai bahan cetak dan bahan non cetak. bahan
cetak contohnya modul, buku teks, lembar kerja siswa, petunjuk belajar,
handout, brosur, dan leaflet.
Modul merupakan bahan belajar
yang dirancang untuk pembelajaran mandiri. Contoh modul: modul mata kuliah,
modul mata pelatihan, modul mata pelajaran, dan modul satuan pelajaran. Modul
mata kuliah merupakan modul yang dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang
dituangkan dalam satu semester. Modul mata pelatihan dikembangkan untuk
memenuhi tujuan pelatihan yang dituangkan dalam waktu hitungan jam pelatihan.
Modul mata pelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi dalam suatu mata
pelajaran pada hitungan satu atau dua semester untuk satu jenjang kelas.
Sedangkan modul satuan pelajaran merupakan bagian dari modul mata pelajaran. Di
samping modul ada buku teks. Buku teks merupakan buku yang dikembangkan untuk
tujuan pembelajaran tertentu dan digunakan sebagai pelengkap bagi guru, dan
peserta didik. Buku teks terkadang dilengkapi dengan LKS, yaitu lembar kerja
siswa yang berisi rancangan tugas yang harus dikerjakan siswa dalam jam
terstruktur sebagai pengayaan dan pencapaian kompetensi yang sesungguhnya.
Bahan belajar non cetak contohnya program audio pembelajaran, video
pembelajaran, multimedia interaktif, dan bahan belajar online lainnya yang
dapat diperoleh melalui internet.
E. komponen
bahan ajar
Dick dan Carey (1990) menjelaskan
pedoman pengembangan buku ajar adalah
terpenuhinya komponen-komponen bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan proses
belajar-mengajar seperti adanya :
·
Petunjuk penggunaan buku ajar
·
Tujuan
umum dan khusus pembelajar
·
Epitome
(kerangka isi )
·
Uraian
isi bahan pembelajaran
·
Gambar/ilustrasi
·
Rangkuman
·
Soal
latihan ,kunci jawaban,balikan
·
Tugas-tugas
Komponen buku ajar
tersebut di harapkan dapat memotivasi dan memudahkan siswa dalam mempelajari dan membahas isi
pembelajaran untuk itu komponen-komponen buku ajar diharapkan :
·
Petunjuk
harus mampu menyajikan langkah-langkah atau cara yang mudah untuk memahami dan
mengikuti setiap proses belajar sesuai dengan materi yang disajikan
·
Setiap
materi yang disajikan terlebih dahulu dijelaskan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai baik tujuan umum maupun tujuan
pembelajaran khusus hal ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat
pencapaian/penguasaan mahasiswa terhadap materi yang dipelajarinya
·
Untuk
menunjang penyajian materi perlu di sajikan epitome kerangka isi dalam bentuk
diagram agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami bagian yang mencakup pokok
pembahasan dan sekaligus dapat melihat hubungan masing-masing bagian dalam
pokok pembahasan tersebut
·
Penyajian
materi dari pokok pembahasan sampai ke
ssub pokok pembahasan di uraikan pada sub bagian ini secara jelas dan dibantu
dengan gambar/ilustrasi dan contoh-contoh gambar digunakan untuk mendukung
materi pada setiap pokok pembahasan yang ada
·
Pemberian
rangkuman diperlukan untuk membantu mahasiswa dalam mengingat dan menetapkan
proses materi yang disajikan pada setiap pokok bahasan
·
Pemberian
soal latihan,kunci jawaban,dan balikan serta tingkat penguasaan mahasiswa
merupakan tingkat evaluasi yang dimaksud dengan untuk mengetahui taraf
pencapaian tujuan pembelajaran
·
Pemberian
tugas disajikan pada setiap akhir materi pembelajaran dengan maksud untuk
melatih tingkat berfikir maupun keterampilan mahasiswa dalam memahami materi
pelajaran yang disajikan
F. Komponen
Silabus
Silabus merupakan salah satu bentuk penjabaran kurikulum. Produk
pengembangan kurikulum ini memuat pokok-pokok pikiran yang memberikan
rambu-rambu dalam menjawab tiga pertanyaan mendasar dalam pembelajaran, yakni
kompetensi yang hendak dikuasai oleh peserta didik, fasilitas yang digunakan
peserta didik untuk menguasai kompetensi, dan untuk mengetahui tingkat
pencapaian kompetensi oleh peserta didik. Dari ketiga pertanyaan mendasar tadi,
bahwa silabus memuat pokok-pokok kompetensi dan materi, pokok-pokok strategi
pembelajaran dan pokok-pokok penilaian.
Pertanyaan mengenai kompetensi yang hendak dicapai atau dikuasai oleh
peserta didik dapat terjawab dengan menampilkan secara sistematis mulai dari
SK, KD, dan indikator pencapaian kompetensi serta hasil identifikasi materi
pembelajaran yang digunakan. Pertanyaan mengenai bagaimana memfasilitasi
peserta didik agar mencapai kompetensi dijabarkan dengan mengungkapkan
strategi, pendekatan dan metode yang akan dikembangkan dalam kegiatan
pembelajaran. Pertanyaan mengenai bagaimana mengetahui ketercapaian kompetensi
dapat dijawab dengan menjabarkan teknik dan instrumen penilaian. Di samping
itu, diperlukan identifikasi ketersediaan sumber belajar sebagai pendukung
pencapaian kompetensi.
Berikut ini merupakan komponen pokok dari silabus yang sering digunakan:
1. Komponen yang berkaitan dengan kompetensi yang hendak dikuasai, meliputi:
·
Standar
Kompetensi (SK)
·
Kompetensi
Dasar (KD)
·
Indikator
·
Materi
Pembelajaran
2. Komponen yang berkaitan dengan cara menguasai kompetensi,memuat pokok-pokok
kegiatan dalam pembelajaran.
3. Komponen yang berkaitan dengan cara mengetahui pencapaian kompetensi,
mencakup:
·
Teknik
Penilaian
§ Jenis Penilaian
§ Bentuk Penilaian
·
Instrumen
Penilaian
4. Komponen pendukung, terdiri dari:
·
Alokasi
Waktu
·
Sumber
Belajar
G. Langkah-langkah Penyusunan Silabus
a.KTSP
1.
Mengisi Identitas
Identitas terdiri dari nama sekolah, kelas/semester,
mata pelajaran, dan standar kompetensi. Identitas silabus ditulis di atas
matriks silabus.
2. Menuliskan Standar Kompetensi
Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan
peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan
keterampilan yang diharapkan dicapai pada mata pelajaran tertentu. Standar
Kompetensi diambil dari Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar)
Mata Pelajaran.
Sebelum menuliskan Standar Kompetensi, penyusun
terlebih dahulu mengkaji Standar Isi mata pelajaran dengan memperhatikan
hal-hal berikut:
·
Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu
dan/atau SK dan KD;
·
Keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi
dasar dalam mata pelajaran;
·
Keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar
antar mata pelajaran.
3.
Menuliskan Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal
yang harus dimiliki peserta didik dalam rangka menguasai SK mata pelajaran
tertentu. Kompetensi dasar dipilih dari yang tercantum dalam Standar Isi.
Sebelum menentukan atau memilih Kompetensi Dasar, penyusun
terlebih dahulu mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran
dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
·
Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu
dan/atau tingkat kesulitan Kompetensi Dasar;
·
Keterkaitan antarstandar kompetensi dan kompetensi
dasar dalam mata pelajaran ;
·
Keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar
antarmata pelajaran.
4. Mengidentifikasi Materi Pembelajaran
Dalam mengidentifikasi materi pokok harus
dipertimbangkan:
·
Relevansi materi pokok dengan SK dan KD
·
Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional,
sosial, dan spiritual peserta didik
·
Kebermanfaatan bagi peserta didik
·
Struktur keilmuan
·
Kedalaman dan keluasan materi
·
Relevansi dengan kebutuhan peseta didik dan tuntutan
lingkungan
·
Alokasi waktu
5. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan
pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi
antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar
lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar pengalaman belajar yang
dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang
bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan pembelajaran memuat
kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.
Kriteria mengembangkan kegiatan pembelajaran sebagai
berikut:
·
Kegiatan pembelajaran disusun bertujuan untuk
memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar mereka dapat
bekerja dan melaksanakan proses pembelajaran secara profesional sesuai dengan
tuntutan kurikulum.
·
Kegiatan pembelajaran disusun berdasarkan atas satu
tuntutan kompetensi dasar secara utuh.
·
Pengalaman belajar memuat rangkaian kegiatan yan harus
dilakukan oleh siswa secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
·
Kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa (student
centered). Guru harus selalu berpikir kegiatan apa yang bisa dilakukan agar
siswa memiliki kompetensi yang telah ditetapkan.
·
Materi kegiatan pembelajaran dapat berupa pengetahuan,
sikap, dan keterampilan.
·
Perumusan kegiatan pembelajaran harus jelas memuat
materi yang harus dikuasai untuk mencapai Kompetensi Dasar.
·
Penentuan urutan langkah pembelajaran sangat penting
artinya bagi KD-KD yang memerlukan prasyarat tertentu.
·
Pembelajaran bersifat spiral (terjadi
pengulangan-pengulangan pembelajaran materi tertentu).
·
Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal
mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan kegiatan
pembelajaran siswa, yaitu kegiatan dan objek belajar.
·
Pemilihan kegiatan siswa mempertimbangkan hal-hal
sebagai berikut:
·
Memberikan peluang bagi siswa untuk mencari, mengolah,
dan menemukan sendiri pengetahuan, di bawah bimbingan guru;
·
Mencerminkan ciri khas dalam pegembangan kemapuan mata
pelajaran;
·
Disesuaikan dengan kemampuan siswa, sumber belajar dan
sarana yang tersedia
·
Bervariasi dengan mengombinasikan kegiatan
individu/perorangan, berpasangan, kelompok, dan klasikal.
·
Memperhatikan pelayanan terhadap perbedaan individual
siswa seperti: bakat, minat, kemampuan, latar belakang keluarga,
sosial-ekomomi, dan budaya, serta masalah khusus yang dihadapi siswa yang
bersangkutan.
6. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator merupakan penjabaran dari kompetensi dasar
dan merupakan sub-kompetensi dasar. Indikator dirumuskan sesuai dengan
karakteristik satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik dan
dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur atau dapat diobservasi,
sebagai acuan penilaian. Dengan demikian indikator pencapaian kompetensi
mengarah pada indikator penilaian.
7.
Penilaian
Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik
dilakukan berdasarkan indikator Di dalam kegiatan penilaian ini terdapat tiga
komponen penting, yang meliputi: (a) teknik penilaian, (b) bentuk instrumen,
dan (c) contoh instrumen.
Contoh Format
Silabus
Silabus
Sekolah :
……………………………………………………………
Mata pelajaran :
……………………………………………………………
Kelas/Semester :
……………………………………………………………
Alokasi waktu :
……………………………………………………………
Standar kompetensi :
Kompetensi Dasar
|
Materi Pokok / Pembelajaran
|
Kegiatan
Pembelajaran
|
Indikator
|
Penilaian
|
Alokasi Waktu
|
Sumber/Rujukan
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
(5)
|
(6)
|
(7)
|
b. Kurikulum 2013
kurikulum 2013 merupakan
rencana pembelajaran pada suatu mata pelajaran
yang mencakup :
·
Kompetensi
Inti
·
Kompetensi
Dasar
·
Materi
pembelajaran,
·
kegiatan pembelajaran
·
Penilaian
·
alokasi waktu
·
dan sumber belajar.
(Permen No 59 tahun 2014 ttg K13)
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Perangkat
pembelajaran merupakan salah satu alat penunjang keberhasilan pembelajaran di
kelas yang berisi mengenai infornasi proses pembelajaran di kelas. Perangkat
pembelajaran terdiri dari silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, media dan
sumber belajar. Jenis-jenis bahan belajar dapat
dikategorikan sebagai berikut:
·
Bahan
belajar cetak, contohnya hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur,
leaflet.
·
Bahan belajar non cetak, contohnya
audio, radio, video pembelajaran, multimedia pembelajaran interaktif, dan
internet.
Silabus
adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema
tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi
pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi
untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.Komponen silabus
yaitu : identitas silabus pembelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, materi
pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi,
penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar
B.
Saran
Demikian
makalah ini penulis buat ,penulis berharap kritik dan saran dari pembaca demi
penyempurnaan makalah ini,sekian terimakasih.
Daftar Pustaka
Devi, Poppy
Kamalia, Renny Sofiraeni, dan Khairuddin. 2009. Pengembangan Perangkat Pembelajaran untuk Guru SMP.
Diterbitkan oleh PPPPTK IPA, Jakarta.
Paulina Pannen dan Purwanto. Penulisan
Bahan Ajar. Jakarta: DIKTI Depdiknas, 2005.
Bintek Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP), Materi Umum, Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas, 2008.
terima kasih. postingnya sangat membantu..
BalasHapuspostingan nya sangat membantu.
BalasHapussama2
BalasHapus